Respon Gereja: PGI & LGBT

Bandung, 7 Juli 2016

11:50 WIB

Hellou readers, sekedar mau cerita. 2 minggu lalu waktu gw lg ibadah, tepatnya hari Minggu tgl 26 Juni 2016. Gw menemukan sesuatu yg menarik di warta jemaat gereja. FYI buat yg blm tau, warta jemaat itu merupakan fotocopyan yg berisi pengumuman2 atau info2 perihal kegiatan jemaat di gereja untuk satu minggu ke depan. Ini dia yg menarik menurut gw:

Menurut gw itu pengumuman yg menarik. Gereja mo diskusi soal LGBT? Weww… Dan yg lebih menarik lg disitu ditulis sikap PGI tentang LGBT. Emang ada apa yah dengan sikap PGI? Gw penasaran bgt, cuma berhubung gw bukanlah org penting di Gereja, jd gw ga bisa ikutan nimbrung diskusi theologi itu. Plus gw jg bukan jemaat Gereja ini, maksudnya gw baru aja ibadah disitu. Hohoho

Terus 3 hari lalu istrinya Om gw (sebut saja dia tante. Wkwkwkwkwkkkkk) ngomong klo kata orang gerejanya, PGI mau mendukung LGBT. Wadawwwww…. Sambil dengerin dengan muka sok polos, gw pun anteng mendengarkannya. Lalu lalu saking penasarannya gw langsung search di Google: PGI tentang LGBT. Trs ketemu banyak web & blog yg ud ngebahas ini. Ternyata kegiatan PGI ngadain diskusi ke Gereja-Gereja untuk membicarakan perihal LGBT ini ud dimulai dr bulan Mei 2016, cuma gw aja yg norak baru tau sekarang. Itupun gara2 baca pengumuman di warta. 

Terus dr smua post yg gw baca, ada nie satu blog yg penjelasannya lumayan positif tentang PGI maupun LGBT itu sendiri. Ini linknya:

https://bengcumenggugat.wordpress.com/2016/06/18/pernyataan-pastoral-pgi-tentang-lgbt/

Yg gw suka di blog tersebut di atas, dia (yg nulis blog) berani juga mengutarakan pendapatnya di Pengantar berikut: 

1. Manusia adalah gambar dan citra Allah yang sempurna. Sebagai citra Allah yang sempurna, manusia memiliki harkat dan martabat yang harus dihormati dan dijunjung tinggi.

2. Allah menciptakan manusia, makhluk dan segala ciptaan yang beranekaragam dan berbeda-beda satu sama lain. Kita hidup dalam keanekaragaman ras, etnik, gender, orientasi seksual dan agama. Keanekaragaman ini adalah sebuah realitas yang Allah berikan kepada kita, yang seharusnya bisa kita terima dengan sikap positif dan realistis.

3. Bersikap positif dan realistis dalam keanekaragaman berarti kita harus saling menerima, saling mengasihi, saling menghargai dan saling menghormati satu sama lain.

Di point2 pengantar itu, dia berusaha mengawali topik dengan pikiran yg positif. Gw setuju bgt di point pertama dia bilang “Manusia itu citra Allah yg sempurna.” Klo boleh gw sederhanakan gini, ” Tuhan menciptakan kita sempurna. Ga ada yg salah. Ga ada yg cacat. Klo pun ada yg cacat, kita ttp sempurna. Krn Tuhan pasti punya maksud positif dibalik kekurangan kita.” Di point no.2 gw jg setuju klo keanekaragaman jg merupakan andil Tuhan. Kita diciptakan Tuhan dengan pribadi yg unik. Satu sama lain berbeda. Kita diciptakan untuk saling melengkapi. Ya kan…. ^_^

Di bagian Rekomendasi pada blog itu ditulis begini:

PGI mengingatkan agar kita semua mempertimbangkan hasil-hasil penelitian mutakhir dalam bidang kedokteran dan psikiatri yang tidak lagi memasukkan orientasi seksual LGBT sebagai penyakit, sebagai penyimpangan mental (mental disorder) atau sebagai sebuah bentuk kejahatan.

Pernyataan dari badan kesehatan dunia, WHO, Human Rights International yang berdasarkan kemajuan penelitian ilmu kedokteran mampu memahami keberadaan LGBT dan ikut berjuang dalam menegakkan hak-hak mereka sebagai sesama manusia.

Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) mengacu pada Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa di Indonesia edisi II tahun 1983 (PPDGJ II) dan PPDGJ III (1993) bahwa LGBT bukanlah penyakit kejiwaan. LGBT juga bukan sebuah penyakit spiritual.

Klo soal apakah LGBT merupakan penyakit jiwa atau bukan, gw sih ga tau pasti yah. Tp gw smpt nanya sm tmn gw sarjana kedokteran, katanya sih LGBT bukan penyakit jiwa sesuai dengan pernyataan2 diatas yg ud gw kutip dr blog sebelah.

Ini dia yg paling menarik dr semuanya. Apa sih yg diharapkan oleh PGI perihal LGBT ini: 

PGI menghimbau gereja-gereja agar mempersiapkan dan melakukan bimbingan pastoral kepada keluarga agar mereka mampu menerima dan merangkul serta mencintai keluarga mereka yang berkecenderungan LGBT.

Penolakan keluarga terhadap anggota keluarga mereka yang LGBT berpotensi menciptakan gangguan kejiwaan, menciptakan penolakan terhadap diri sendiri (self-rejection) yang berakibat pada makin meningkatnya potensi bunuh diri di kalangan LGBT.

Selama ini kaum LGBT mengalami penderitaan fisik, mental-psikologis, sosial, dan spiritual karena stigamatisasi agama dan perilaku kekerasan yang dilakukan oleh sebagian masyarakat. Mereka menjadi kelompok yang direndahkan, dikucilkan dan didiskiriminasi bahkan juga oleh negara.

Gereja harus mengambil sikap berbeda. Gereja bukan saja harus menerima mereka, tetapi bahkan harus berjuang agar kaum LGBT bisa diterima dan diakui hak-haknya oleh masyarakat dan negara, terutama hak-hak untuk tidak didiskriminasi atau dikucilkan, perlindungan terhadap kekerasan, hak-hak untuk memperoleh pekerjaan, dan sebagainya.

Diatas masih merupakan kutipan dr blog sebelah. Intinya disini PGI hanya mau bersikap secara manusiawi aja dengan menghimbau Gereja-Gereja untuk merangkul para pelaku LGBT tanpa menghakimi mereka. PGI terkesan prihatin terhadap nasib para pelaku LGBT yg hingga kini masih saja mendapat penghakiman, dikucilkan, dianggap aneh, dsb. Mengingat bahwa para pelaku LGBT adalah manusia jg. Jd mari kita tunjukkan rasa kasih dan peduli kita terhadap mereka tanpa harus memandang mereka sebelah mata. Secara psikis & sosial, mereka juga punya hak untuk dikasihi, diberikan pekerjaan, dan diberikan kesempatan untuk mendekatkan dirinya kepada Tuhan. Jika Gereja terus-terusan membuat mereka merasa tidak nyaman, lalu kapan mereka akan mulai berani untuk beribadah? Bukan begitu? Hehehe 

Berikut ini link lain yg juga membahas perihal PGI tentang LGBT. Silahkan ditengok. ^_^

http://m.kompasiana.com/joe_marbun/lgbt-dan-pernyataan-pastoral-mph-pgi_576bbde0f67a61ca08c23c87

Well, so far uda sedikit mengulas soal ini. Gw cm mo bilang bahwa gw ga 100% ngedukung LGBT. Gw tau itu salah. Alam juga tau. Kalau mau berkembangbiak memang harus antara jantan & betina kan. Tp setidaknya kita jg ga boleh ngebully, mengintimidasi & menghakimi mereka. Mungkin saja dengan mengasihi mereka, mereka pun bisa merasakan kasih Tuhan jg kan. ^_^ 

Oh iya, sekedar intermezo. Baru kemarin gw liat spanduk ini di salah satu lokasi di Jawa Barat:

Wkwkwkwkwkkkkk..  Sadis ga sih ini penyimpangan LGBT terkesan disamakan dengan pencuri kendaraan & pencuri hewan ternak. Hahahaha Padahal banyak jg lho pelaku LGBT yg punya jiwa sosial tinggi & senang menolong sesama. Hehehe

With Love,

Naomi Indah Sari

You also can follow my instagram: 


naomiindahsari 


Or add me as friend on facebook: 


naomi indah sari

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s