Aristoteles

Bandung, 12 Agustus 2016

20:20 wib

 

Hi readers, sekarang ini gw lagi ada di kantor om gw, nemenin asistennya yg lagi kerja. Berhubung gw bingung mo ngapain, ga ada kerjaan yang bisa gw lakuin disini, jadi gw langsung kepikiran buat nulis blog aja. Kali ini gw mo ngebahas tentang profil seorang filsuf yang uda terkenal banget dari zaman dahulu kala. hohoho Mari kita ngebahas tentang Aristoteles. ^_^

Aristoteles adalah seorang filsuf Yunani, ia hidup sejak tahun 384 SM hingga 322 SM. Aristoteles merupakan salah satu murid dari seorang filsuf yang bernama Plato dan guru dari Alexander yang Agung. Yang bikin gw takjub, Aristoteles menulis tentang berbagai subyek yang berbeda-beda, seperti fisika, metafisika, puisi, logika, retorika,politik, pemerintahan, etnis, biologi,dan zoologi. wow….keren bgt kan, gw aja cuma bisa nulis blog. wkwkwkwkwkwkkkkk Bersama dengan Socrates dan Plato, ia dianggap menjadi seorang di antara tiga orang filsuf yang paling berpengaruh di pemikiran Barat.

Aristoteles lahir di Stagira, sebuah kota di Yunani pada tahun 384 SM. (Stagria dulunya termasuk wilayah Makedonia tengah). Ayahnya Aristoteles adalah sorang tabib pribadinya Raja Amyntas dari Makedonia. Pada waktu usianya 17 tahun, Aristoteles mulai menjadi muridnya Plato, filsuf yg uda lebih dulu eksis. Hingga suatu hari ia diangkat menjadi guru di Akademi plato di Athena selama 20 tahun. Kemudian pada saat Plato meninggal dunia, Aristoteles meninggalkan akademi tersebut dan menjadi guru bagi Alexander dari Makedonia.

Saat muridnya, Alexander berkuasa pada tahun 336 SM, Aristoteles kembali ke Athena. Dengan dukungan dan bantuan dari Alexander, Aristoteles kemudian mendirikan akademinya sendiri yang diberi nama Lyceum, yang dipimpinnya hingga tahun 323 SM. Suatu hari ia melarikan diri dari Athena, dikarenakan adanya konflik politik di Yunani pada zaman itu. Gw masih belum neliti atau baca lg konflik politik yg seperti apa di zaman itu, yg jelas Plato pernah terbunuh dikarenakan hal itu. Sehingga, Aristoteles pun segera pergi untuk mengungsi, tidak lama setelah ia mengungsi, Aristoteles pun meninggal dunia.

Aristoteles adalah seorang filsuf yang sangat menekankan empirisme untuk menekankan pengetahuan. Empirisme adalah suatu aliran dalam filsafat  yang menyatakan bahwa semua pengetahuan berasal dari pengalaman manusia. Empirisme menolak anggapan bahwa manusia telah membawa fitrah pengetahuan dalam dirinya ketika dilahirkan. Jika boleh saya menyimpulkan berarti empirisme adalah suatu paham bahwa pengetahuan adalah pengalaman yang nyata, bukan karena bawaan lahir. Menanggapi konsep Aristoteles diatas, berarti pengetahuan itu ada karena adanya pengalaman yang nyata, bukan karena bawaan lahir. Hal ini kalau tidak salah biasanya disebut dengan konsep ‘Apriori’, keadaan dimana pengetahuan sudah ada dalam diri manusia. Kalau menurut gw pribadi pengetahuan ada karena dipelajari dan dialami, jika pembahasannya mengenai bakat atau talenta, mungkin saja bisa bawaan dari lahir, namun tetap saja perlu diasah dengan pengetahuan-pengetahuan yang sudah ada.

Dalam bidang ilmu alam, ia merupakan orang pertama yang mengumpulkan dan mengklasifikasikan spesies-spesies biologi secara sistematis. Karyanya ini menggambarkan kecenderungannya akan analisis kritis, dan pencarian terhadap hukum alam dan keseimbangan pada alam. Klo ngomongin tentang spesies2 gini, gw ga terlalu ngerti deh. Tapi gw salut banget nie sama Aristoteles yg nulis mengenai segala bidang ilmu. Hebat… Prok prok prok.

Berbeda dengan gurunya, Plato yang menyatakan teori tentang bentuk-bentuk ideal benda, Aristoteles menjelaskan bahwa materi tidak mungkin tanpa bentuk karena ia ada (eksis). Pemikiran lainnya adalah tentang gerak di mana dikatakan semua benda bergerak menuju satu tujuan, sebuah pendapat yang dikatakan bercorak teleologis. Karena benda tidak dapat bergerak dengan sendirinya maka harus ada penggerak di mana penggerak itu harus mempunyai penggerak lainnya hingga tiba pada penggerak pertama yang tak bergerak yang kemudian dalam bahasa Yunani disebut dengan theos, yaitu Tuhan. Logika Aristoteles adalah suatu sistem berpikir deduktif (deductive reasoning), yang bahkan sampai saat ini masih dianggap sebagai dasar dari setiap pelajaran tentang logika formal. Meskipun demikian, dalam penelitian ilmiahnya ia menyadari pula pentingnya observasi, eksperimen dan berpikir induktif (inductive thinking).

Hal lain dalam kerangka berpikir yang menjadi sumbangan penting Aristoteles adalah silogisme yang dapat digunakan dalam menarik kesimpulan yang baru yang tepat dari dua kebenaran yang telah ada. Misalkan ada dua pernyataan (premis):

  • Setiap manusia pasti akan mati (premis mayor).
  • Socrates adalah manusia (premis minor).
  • Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Socrates pasti akan mati.

Tidak hanya dalam ilmu fisika, logika, dsb, tetapi Aristoteles juga berkontribusi dalam bidang seni, Aristoteles memuat pandangannya tentang keindahan dalam buku Poetike. 

Aristoteles sangat menekankan empirisme untuk menekankan pengetahuan. Ia mengatakan bahwa pengetahuan dibangun atas dasar pengamatan dan penglihatan. Menurut Aristoteles keindahan menyangkut keseimbangan ukuran yakni ukuran material. Menurut Aristoteles sebuah karya seni adalah sebuah perwujudan artistik yang merupakan hasil chatarsis disertai dengan estetika. Chatarsis adalah pengungkapan kumpulan perasaan yang dicurahkan ke luar. Alias curhat, atau curcol, atau keceplosan. Hihihi Kumpulan perasaan itu disertai dorongan normatif. Dorongan normatif yang dimaksud adalah dorongan yang akhirnya memberi wujud khusus pada perasaan tersebut. Wujud itu ditiru dari apa yang ada di dalam kenyataan. Aristoteles juga mendefinisikan pengertian sejarah yaitu Sejarah merupakan satu sistem yang meneliti suatu kejadian sejak awal dan tersusun dalam bentuk kronologi. Pada masa yang sama, menurut dia juga Sejarah adalah peristiwa-peristiwa masa lalu yang mempunyai catatan, rekod-rekod atau bukti-bukti yang konkrit.

Meskipun sebagian besar ilmu pengetahuan yang dikembangkannya terasa lebih merupakan penjelasan dari hal-hal yang masuk akal (common-sense explanation), banyak teori-teorinya yang bertahan bahkan hampir selama dua ribu tahun lamanya. Hal ini terjadi karena teori-teori tersebut dianggap masuk akal dan sesuai dengan pemikiran masyarakat pada umumnya, meskipun kemudian ternyata bahwa teori-teori tersebut salah total karena didasarkan pada asumsi-asumsi yang keliru. Btw, gw jg belum tau pasti konsep yg mana dari Aristoteles yg dianggap salah total/keliru.

Dapat dikatakan bahwa pemikiran Aristoteles sangat berpengaruh pada pemikiran Barat dan pemikiran keagamaan lain pada umumnya. Penyelarasan pemikiran Aristoteles dengan teologi Kristiani dilakukan oleh Santo Thomas Aquinas pada abad ke-13, dengan teologi Yahudi oleh Maimonides (1135 – 1204). Bagi manusia abad pertengahan, Aristoteles tidak saja dianggap sebagai sumber yang otoritatif terhadap logika dan metafisika, melainkan juga dianggap sebagai sumber utama dari ilmu pengetahuan, atau “the master of those who know“.

OMG! Aristoteles hebat bgt yah. Gw bingung kenapa di zaman modern ini tidak ada orang2 yg dapat dianggap filsuf modern atau filsuf abad 21 begitu. Hehehe Dan yg paling membuat gw salut sama Aristoteles itu, dy berani berargumen & membuat suatu paham yg berbanding terbalik dengan filosofi gurunya, Plato. Biasanya kan seorang murid asal nurut aja dengan penjelasan gurunya, tapi Aristoteles tidak demikian. Salut banget Aristoteles berani mengemukakan filosofinya yg merupakan antitesis dari filosofi Plato.

Well readers, udahan dulu yah. Uda ngantuk. 

With Love,

Naomi Indah Sari
Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Aristoteles

You also can follow my instagram: 


naomiindahsari 


Or add me as friend on facebook: 


naomi indah sari

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s