MERDEKA!!!

Naomi Indah Sari
Foto ini gw ambil dari foto teman special gw yg sedang ada diatas puncak di salah satu gunung di Indonesia. Tepat pada tgl 17 Agustus 2016.

Bandung, 17 Agustus 2016
18:40 wib
Hellouuu readers, Selamat Hari Kemerdekaan 17 Agustus yg ke-71! MERDEKA! MERDEKA!

Btw, foto bendera diatas gw ambil dari foto teman special gw yg tepat hari ini 17 Agustus 2016, dia sedang ada di salah satu puncak gunung di Indonesia. Terima kasih fotonya. ^_^

Well readers, kata MERDEKA sering kali dikumandangkan setiap kali kita, bangsa Indonesia merayakan hari kemerdekaan 17 Agustus. Namun, apakah kita sebagai bangsa, sebagai seorang individu, sebagai pelajar, sebagai mahasiswa, sebagai pekerja, dsb benar2 sudah merdeka di era sekarang?

Bung Karno & bung Hatta beserta para pemuda pemudi di tahun 1945 telah berjuang mati2an untuk memerdekakan bangsa Indonesia dari tangan penjajah. Baik bangsa Belanda ataupun bangsa Jepang harus hengkang & tidak berhak lagi untuk menjajah bangsa kita. 

3,5 abad Indonesia dijajah Belanda & 3,5 tahun Indonesia dijajah Jepang. Betapa bahagianya bangsa kita kala itu saat bung Karno dan seluruh rakyat bahu membahu untuk mewujudkan kemerdekaan ini. Merdeka artinya bebas dari perbudakan, bebas dari campur tangan asing, bebas dari beban mental & emosi, bebas dari berbagai hal yg menghalangi kebahagiaan kita dalam hidup.

Jika kita melihat kehidupan kita di zaman modern saat ini, apakah menurut kalian kita sudah merdeka? Apa kita sedang tidak dijajah?

Sedikit saya mau bercerita pengalaman saya mengajar bahasa Inggris bersama para natives/bule. Guru lokal digaji jauh lebih rendah dari gaji native. Gaji yg diperoleh native bisa 3 sampai 4 kali lipat dari gaji guru lokal. Apa ini yg namanya merdeka? Saya katakan tidak.

Pernah ada satu teman guru, beliau orang Indonesia bercerita saat beliau mengajar di sekolah Internasional. Bahwa di sekolah Internasional tempat beliau mengajar dulu ada perbedaan gaji berdasarkan ras. Misal orang bule mendapat gaji dengan nilai paling tinggi, orang India & Filipina digaji dengan nilai menengah, dan kemudian orang Indonesia digaji dengan nilai yg paling rendah, atau jika perlu digaji sesuai atau tidak jauh dari angka UMR. Apakah ini yg dinamakan merdeka? Mengapa orang asing yg bekerja sebagai karyawan di Indonesia tidak digaji sesuai dengan gaji Indonesia. Mengapa orang Indonesia harus memberikan penghargaan yg lebih besar & lebih mahal kepada bangsa asing, sementara memberikan sedikit penghargaan & memberi nilai yg murah kepada bangsa sendiri? Dimana nilai nasionalisme dalam hal ini? Bukankah secara tidak langsung kita juga sedang dijajah? Dijajah oleh bangsa asing atau dijajah oleh bangsa sendiri yg mengagungkan bangsa asing?

Saking terbukanya  & bangganya & noraknya orang Indonesia menerima orang asing bekerja di perusahaannya, sampai2 dengan tanpa berpikir panjang berani memberikan gaji besar kepada orang asing, dan begitu kerasnya berpikir untuk memberikan gaji yg layak kepada bangsa sendiri. ^_^

Apakah dengan cara demikian kita sudah membantu para perintis kemerdekaan menjaga martabat bangsa kita? Saya rasa tidak. Kita bahkan membuat citra kita sebagai bangsa Indonesia lebih rendah dibandingkan bangsa lain. Dimana rasa nasionalisme kita? Apa ada di hatimu? Di jiwamu?

Hal lain yg membuat kesal jika kita pergi ke supermarket yg ada di mall2, biasanya ada banyak sekali produk2 pertanian impor. Beras Thailand lha, cabai dari Filipina, Jagung Kamboja lha, buah2an dari Singapore lha. Memangnya bangsa kita sudah tidak mampu bertani & bercocok tanam? Bukankan petani2 di desa masih butuh produknya untuk dibeli orang? Bukankah petani di Indonesia masih butuh makan untuk hidup? Bukankah petani Indonesia membutuhkan kita bangsanya untuk mendukung pekerjaannya? Semakin rakyat Indonesia diberkati dengan kekayaan, semakin mereka berhasrat untuk mengkonsumsi produk asing. ^_^

Berdasarkan artikel dari liputan6.com bulan Oktober 2013, berikut ini daftar 29 komoditas sembako yang diimpor dari berbagai negara dengan nilai total mencapai US$ 6,16 miliar dan volume 12,25 miliar kg. Nilai & volume impor dibawah ini terhitung hingga bulan Agustus 2013 antara lain :
1. Beras
Nilai impor sampai Agustus : US$ 156,332 juta.
Volume impor sampai Agustus: 302,71 juta kg.
Negara asal : Vietnam, Thailand, Pakistan, India, Myanmar, dan lainnya. 
2. Jagung
Nilai impor sampai Agustus : US$ 544,189 juta 
Volume impor sampai Agustus: 1,80 miliar kg.
Negara asal : India, Argentina, Brazil, Thailand, Paraguay dan lainnya.
3. Kedelai
Nilai impor sampai Agustus : US$ 735,437 juta.
Volume impor sampai Agustus: 1,19 miliar kg.
Negara asal : Amerika Serikat, Argentina, Malaysia, Paraguay, Kanada dan lainnya.
4. Biji Gandum dan Mesin
Nilai impor sampai Agustus : US$ 1,66 miliar.
Volume impor sampai Agustus: 4,43 miliar kg.
Negara asal : Australia, Kanada, India, Amerika Serikat, Singapura dan lainnya.
5. Tepung Terigu
Nilai impor sampai Agustus : US$ 45,29 juta.
Volume impor sampai Agustus: 104,21 juta kg.
Negara asal : Srilanka, India, Turki, Ukraina, Jepang dan lainnya.
6. Gula Pasir
Nilai impor sampai Agustus : US$ 31,11 juta.
Volume impor sampai Agustus: 52,45 juta kg.
Negara asal : Thailand, Malaysia, Australia, Korea Selatan, Selandia Baru dan lainnya.
7. Gula Tebu
Nilai impor sampai Agustus : US$ 1,16 miliar.
Volume impor sampai Agustus: 2,21 miliar kg.
Negara asal : Thailand, Brazil, Australia, El Savador, Afrika Selatan dan lainnya.
8. Daging Sejenis Lembu
Nilai impor sampai Agustus : US$ 121,14 juta. 
Volume impor sampai Agustus: 25,21 juta kg.
Negara asal : Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, Singapura.
9. Jenis Lembu
Nilai impor sampai Agustus : US$ 192,56 juta.
Volume impor sampai Agustus: 72,54 juta kg.
Negara asal : Australia.
10. Daging Ayam
Nilai impor sampai Agustus : US$ 30,26 ribu.
Volume impor sampai Agustus: 10,83 ribu kg.
Negara asal : Malaysia.
11. Garam 
Nilai impor sampai Agustus : US$ 59,51 juta.
Volume impor sampai Agustus: 1,29 miliar kg.
Negara asal : Australia, India, Selandia Baru, Jerman, Denmark, lainnya.
12. Mentega
Nilai impor sampai Agustus : US$ 60,09 juta.
Volume impor sampai Agustus: 13,51 juta kg.
Negara asal : Selandia Baru, Belgia, Australia, Perancis, Belanda dan lainnya.
13. Minyak Goreng
Nilai impor sampai Agustus : US$ 45,55 juta.
Volume impor sampai Agustus: 48,01 juta kg.
Negara asal : Malaysia, India, Vietnam, Thailand, Indonesia dan lainnya.
14. Susu
Nilai impor sampai Agustus : US$ 530,47 juta.
Volume impor sampai Agustus: 139,68 juta kg.
Negara asal : Selandia Baru, Amerika Serikat, Australia, Belgia, Jerman dan lainnya.
15. Bawang Merah
Nilai impor sampai Agustus : US$ 32,00 juta.
Volume impor sampai Agustus: 70,95 juta kg.
Negara asal : India, Thailand, Vietnam, Filipina, Cina dan lainnya.
16. Bawang Putih
Nilai impor sampai Agustus : US$ 272,47 juta.
Volume impor sampai Agustus: 332,88 juta kg.
Negara asal : Cina, India, Vietnam.
17. Kelapa
Nilai impor sampai Agustus : US$ 698,49 ribu.
Volume impor sampai Agustus: 672,70 ribu kg.
Negara asal : Thailand, Filipina, Singapura, Vietnam.
18. Kelapa Sawit
Nilai impor sampai Agustus : US$ 1,87 juta.
Volume impor sampai Agustus: 3,25 juta kg.
Negara asal : Malaysia, Papua Nugini, Virgin Island .
19. Lada
Nilai impor sampai Agustus : US$ 2,38 juta.
Volume impor sampai Agustus: 224,76 ribu kg.
Negara asal : Vietnam, Malaysia, Belanda, Amerika Serikat dan lainnya.
20. Teh
Nilai impor sampai Agustus : US$ 20,66 juta.
Volume impor sampai Agustus: 14,58 juta kg.
Negara asal : Vietnam, Kenya, India, Iran, Srilanka dan lainnya.
21. Kopi
Nilai impor sampai Agustus : US$ 33,71 juta.
Volume impor sampai Agustus: 14,03 juta kg.
Negara asal : Vietnam, Brazil, Italia, Amerika Serikat dan lainnya.
22. Cengkeh
Nilai impor sampai Agustus : US$ 2,79 juta.
Volume impor sampai Agustus: 262,30 ribu kg.
Negara asal : Madagaskar, Mauritius, Singapura, Brazil, Comoros.
23. Kakao
Nilai impor sampai Agustus : US$ 48,52 juta.
Volume impor sampai Agustus: 19,51 juta kg.
Negara asal : Ghana, Pantai Gading, Papua Nugini, Kamerun, Ekuador dan lainnya.
24. Cabai (segar)
Nilai impor sampai Agustus : US$ 360,08 ribu.
Volume impor sampai Agustus: 281,93 ribu kg.
Negara asal : Vietnam, India.
25. Cabai (kering-tumbuk)
Nilai impor sampai Agustus : US$ 15,00 juta.
Volume impor sampai Agustus: 12,26 juta kg.
Negara asal : India, Cina, Jerman, Malaysia, Spanyol dan lainnya.
26. Cabai (awet sementara)
Nilai impor sampai Agustus : US$ 1,56 juta.
Volume impor sampai Agustus: 1,64 juta kg.
Negara asal : Thailand, Cina, Malaysia.
27. Tembakau
Nilai impor sampai Agustus : US$ 371,09 juta.
Volume impor sampai Agustus: 72,98 juta kg.
Negara asal : Cina, Turki, Brazil, Amerika Serikat, Filipina dan lainnya.
28. Ubi Kayu
Nilai impor sampai Agustus : US$ 38,38 ribu.
Volume impor sampai Agustus: 100,80 ribu kg.
Negara asal : Thailand.
29. Kentang
Nilai impor sampai Agustus : US$ 18,18 juta.
Volume impor sampai Agustus: 27,39 juta kg.
Negara asal : Australia, Kanada, Mesir, Cina, Inggris.

Dari laporan diatas terdapat 29 komoditas pangan yg diimpor ke Indonesia. Kita kan punya semua itu di Indonesia. Kalian merasa sedih ga sih melihat ini semua? Bisa kalian bayangkan tidak nasib para petani kita? Bisa kalian bayangkan tidak jika kita hidup di desa & harus berlelah2 bekerja menjadi petani, tetapi kerja keras kita tidak dihargai oleh bangsa sendiri?

Kembali ke kata MERDEKA, terlepas dari kita dijajah dalam hal penghasilan & komoditas pangan. MERDEKA juga erat kaitannya dengan hak kita sebagai warga negara untuk beribadah sesuai dengan agamanya masing2 dengan tentram & damai, sesuai dengan Pasal 28E ayat (1) Undang-Undang Dasar Tahun 1945 (“UUD 1945”):

“Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan, memilih kewarganegaraan, memilih tempat tinggal di wilayah negara dan meninggalkannya, serta berhak kembali.”

Namun pada kenyataannya para umat pemeluk agama tertentu masih belum merasa merdeka, karena seringkali terjadi konflik antaragama di beberapa daerah dikarenakan berbagai hal, umumnya adalah dikarenakan sulitnya untuk menerima keberadaan agama lain dalam lingkungannya, atau sulitnya berdamai & berpikir positif tentang agama lain sehingga menimbulkan berbagai konflik. Idealnya jika Bhineka Tunggal Ika memang benar ada & tidak hanya sebuah slogan, harusnya kita bisa saling menghargai & menghormati sebagai suatu bangsa (bangsa yg sama, kami sama2 orang Indonesia), bukan berdasarkan ras atau agama. Bukankah ketertiban & kedamaian akan sangat indah bila benar2 bisa terwujud? Sedikit banyak beberapa dari kita masih belum merdeka dengan adanya konflik2 & prasangka yg ada, kita masih terjajah oleh hal2 tersebut. ^_^

Jika boleh saya bicara lebih mengerucut lagi, seperti yg kita tahu bahwa karakter bangsa Indonesia, dalam hal ini orang Indonesia tidak banyak yg memiliki integritas yg tinggi dalam hidup. Orang Indonesia secara keseluruhan, baik yg tinggal di desa, pinggiran kota, atau kota besar sekalipun masih banyak orang yg memiliki karakter yg belum terbuka, belum bijaksana, belum berhikmat, dan sebagainya. Contoh besarnya: koruptor, seorang pejabat tinggi yg memiliki intelektual harusnya memiliki sikap idealis untuk bisa menolak segala bentuk tawaran negatif. Namun pada kenyataannya tidak demikian. Contoh kecilnya: tukang gosip, karakter bangsa Indonesia harusnya memiliki karakter pelajar & pejuang. Bangsa Indonesia terdahulu menekankan pendidikan, lihat saja Ki Hajar Dewantara, Ibu Kartini, bahkan bung Karno sekalipun. Mereka semua merupakan para pelajar & para perintis pendidikan & ideologi bangsa. Dahulu zaman belum semodern sekarang, seluruh rakyat (terutama yg miskin) berlomba2 untuk dapat mengenyam pendidikan. Zaman modern saat ini, teknologi lebih sering digunakan sebagai media pencari kesalahan/dosa orang lain, untuk selanjutnya dipublikasikan, lalu digosipkan & dibicarakan yg buruk2. Ini adalah mental intimidator, bukan mental motivator. ^_^ Dalam hal ini pun kita masih terjajah, terjajah oleh pikiran kita sendiri yg sempit.

Well readers, ada banyak hal lain mengenai kemerdekaan dalam arti luas yg mungkin tidak terpikir oleh saya untuk dibahas disini. Namun sedikit banyak kita harus belajar untuk menjadi pribadi yg merdeka. Kemerdekaan dimulai dari diri kita pribadi, karakter kita, sifat kita. Mari di Hari Kemerdekaan ini kita dapat melatih diri kita untuk menjadi bangsa yg lebih baik untuk Indonesia. MERDEKA! 

With Love,

Naomi Indah Sari

Source: 

http://m.liputan6.com/bisnis/read/719523/daftar-lengkap-29-komoditas-pangan-yang-diimpor-ri

http://m.hukumonline.com/klinik/detail/cl6556/ham-dan-kebebasan-beragama-di-indonesia


You also can follow my instagram: 


naomiindahsari 


Or add me as friend on facebook: 


naomi indah sari

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s