PLATO

Image result

Bandung, 1 September 2016

Hi readers, gw lg bingung mo ngapain. Daripada bengong, mending gw nulis blog aja. Setelah sebelumnya gw share tentang seorang filsuf yang bernama Aristoteles, sekarang gw mo share tentang gurunya Aristoteles, yaitu Plato. Mari kita bahas tentang Plato sang filsuf….

Plato lahir sekitar 427 SM dan meinggal sekitar 347 SM. Ia adalah seorang filsuf dan matematikawan Yunani, penulis philosophical dialogues dan pendiri dari Akademi Platonik di Athena, akademi tersebut merupakan sekolah tingkat tinggi pertama di dunia barat. Plato adalah murid Socrates, banyak pemikiran Plato yang dipengaruhi oleh Socrates. Plato juga merupakan guru dari Aristoteles. Karya Plato yang paling terkenal ialah Republik, yang dalam bahasa Yunani disebut Politeia, yang artinya “negeri”. Dalam karya tersebut berisi uraian garis besar pandangan Plato pada suatu keadaan “ideal”. Dia juga menulis ‘Hukum’ dan banyak dialog di mana Socrates menjadi peserta utamanya. Salah satu perumpamaan Plato yang termasyhur adalah perumpaan tentang orang di gua. Menurut Cicero, “Plato scribend est mortuus”, yang artinya Plato meninggal ketika ia sedang menulis.

Ciri-ciri karya Plato bersifat sokratik dan dialog. Disebut sokratik, karena dalam karya-karya yang ditulis pada masa mudanya, Plato selalu menampilkan kepribadian dan karangan Socrates sebagai topik utama karangannya. Kemudian hampir semua karya Plato ditulis dalam nada dialog. Menurut Plato, jika pemikiran itu perlu dituliskan, maka yang paling cocok adalah tulisan yang berbentuk dialog.

Sumbangsih Plato yang terpenting adalah pandangannya mengenai idea. Pandangan Plato terhadap idea-idea dipengaruhi oleh pandangan Sokrates tentang definisi. Idea yang dimaksud oleh Plato bukanlah ide yang dimaksud oleh orang modern. Orang-orang modern berpendapat, ide adalah gagasan atau tanggapan yang ada di dalam pemikiran saja. Sedangkan menurut Plato, idea tidak diciptakan oleh pemikiran manusia. Idea tidak tergantung pada pemikiran manusia, melainkan pikiran manusia yang tergantung pada idea. Idea adalah citra pokok dan perdana dari realitas, nonmaterial, abadi, dan tidak berubah. Idea sudah ada dan berdiri sendiri di luar pemikiran kita. Idea-idea ini saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Misalnya, idea tentang dua buah lukisan tidak dapat terlepas dari idea dua, idea dua itu sendiri tidak dapat terpisah dengan idea genap. Namun, pada akhirnya terdapat puncak yang paling tinggi di antara hubungan idea-idea tersebut. Puncak inilah yang disebut idea yang “indah”. Idea ini melampaui segala idea yang ada.

Jujur saja, konsep Plato mengenai idea ini masih abstrak menurut saya. seperti hanya membaca sebuah teori tanpa penjelasan, tanpa contoh kasus, tanpa alasan konkrit. Sehingga masih sulit dipahami oleh orang-orang yang awam akan filsafat Plato. termasuk saya. heheheheh lanjut….

Plato lahir di keluarga Aristokrat yang terpandang di masa itu, yakni keluarga yang turun-temurun memegang peran politik penting dalam ranah politik Athena. Ayah plato, Ariston merupakan seorang yang dikatakan adalah keturunan raja Athena, Codrus dan raja Messenia, Melantus. Sementara itu ibu Plato bernama Perictione. Perictione berasal dari keluarga terpandang dan terpelajar, kebanyakan keluarganya adalah penegak hukum dan sastrawan.

Plato memiliki 3 saudara kandung, yakni 2 orang saudara lelaki bernama Adeimantus dan Glaucon serta seorang saudari bernama Potone. Tidak ada keterangan pasti apakah saudara-saudara kandung tersebut lebih tua atau lebih muda dari Plato.

Plato dididik oleh pamannya Pyrilampes, yang kemudian Pyrilampes dinikahi oleh ibu Plato setelah Ariston meninggal saat plato masih kecil. Paman yang menjadi ayah tiri Plato itu adalah seorang duta Yunani untuk Persia, dan tokoh yang disegani di Athena. Pyrilampes pernah menikah dan memiliki seorang anak lelaki yang tampan bernama Demus. Setelah menikah dengan Pyrilampes, ibunya kembali mengandung dan melahirkan seorang anak lelaki bernama Antiphon. Nama-nama saudaranya ini kelak sering kali muncul dalam buku-buku filsafat karangannya.

Menurut Informasi yang disampaikan oleh Paul Strathern dalam bukunya yang berjudul “90 Menit Bersama Plato”, dikatakan bahwa plato juga merupakan seorang pegulat yang handal. Ia sering memenangkan pertarungan gulat, meskipun tidak pernah menjadi juara dalam pertandingan Olimpus

Tidak hanya memiliki fisik yang kuat, Plato juga memiliki otak yang cerdas dan kerendahan hati yang mulia. Ia dikenal sebagai anak yang cepat tanggap, senang belajar, dan tidak sombong. Ia mampu menguasai pelajaran tata bahasa, musik, dan olahraga dengan baik semasa kecilnya. Ia juga sudah mulai menghadiri kelas filosofi sebelum ia bertemu Socrates.

Readers, karakterPlato ini semoga sedikit banyak juga ada di dalam diri kita yah. Mungkin kita bukan dari keluarga terpandang seperti Plato, mungkin juga kita tidak secerdas Plato, tapi setidaknya kita dapat menghargai kehidupan dengan menjadi pribadi yang mau belajar dan tidak sombong. ^_^

Plato mempelajari sastra sejak kecil, sehingga sebelum dewasa Plato sudah pandai membuat karangan bersajak. Lalu, sebagaimana kebiasaan orang-orang dari kalangan terhormat masa itu, Plato mendapat didikan filsafat. Mula-mula pelajaran filsafat ia terima dari Kratylos, yang merupakan murid dari Heraclitus yang mengajarkan bahwa segala hal dalam kehidupan ini mengalir seperti air.

Hingga akhirnya plato meninggal pada umur 80 tahun, dan plato tidak pernah menikah.

Setelah sebelumnya mempelajari filsafat dari Kratylos yang ternyata ajarannya tidak bisa diterima oleh Plato. Akhirnya sejak plato berumur 20 tahun plato mulai mengikuti pelajaran filsafat dari Socrates, karena pelajaran ini yang akhirnya mampu memberi kepuasan baginya. Sehingga jadilah Plato salah seorang murid dari Socrates. Socrates ialah seorang Filsuf Yunani yang termasyhur. Karena memiliki pemikiran yang cocok satu sama lain, hubungan Plato dan Socrates menjadi sangat dekat layaknya seorang Ayah dan Anak. Plato adalah murid yang patuh, dari berbagai kitab yang ditulis oleh plato dapat diketahui bahwa plato sangat mengagumi gurunya ini.

Keduanya sering terlibat dalam diskusi Filsafat yang mendalam, sehingga pemikiran-pemikiran plato banyak dipengaruhi oleh pemikiran socrates, dan akhirnya banyak dari pemikiran-pemikiran socrates yang tidak pernah ia tuliskan diterbitkan oleh Plato. Saat Socrates meninggal karena hukuman meminum racun cemara, saat itu Plato masih berumur 29 tahun.

Image result

Source:

https://id.wikipedia.org/wiki/Plato

Biografi dan Pemikiran Filsafat Plato!

You also can follow my instagram: 


naomiindahsari 


Or add me as friend on facebook: 


naomi indah sari

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s