Siklus Emosi Saat Menstruasi

Bandung, 13 September 2016
Hi readers, 

Berhubung gw seringkali mengalami “marah besar” dikarenakan oleh orang-orang yg negatif, dan kebetulan tiap gw cek kalender, kebanyakan moment gw “marah” itu lebih banyak di 1 atau 2 minggu sebelum tanggal gw menstruasi. Jujur sejak dulu gw jarang sekali marah, namun sejak tahun 2012 emosi gw berubah bgt jd ga stabil, ditambah dipertemukan dengan orang2 negatif. 

Menurut analisa gw sendiri saat gw pacaran sm Tarling (kisah di blog sebelumnya), gw hampir selalu marah besar, karena Tarling seringkali ber-ulah di minggu-minggu mendekati tanggal menstruasi gw. Lalu putus dari tarling, gw juga melakukan analisa dengan pacar gw yg baru (mantan sekarang), pacar gw yg baru itu karakternya lebih stabil & penuh damai, jarang ber-ulah. Jd dlm 1 bulan gw ga pernah marah sama sekali. Lalu analisa gw berlanjut ke bulan2 berikutnya, memang ternyata “kemarahan pra menstruasi” disebabkan oleh faktor utama yaitu “orang lain”. Jika saat pra menstruasi, partner kita atau orang2 di sekitar kita baik2 saja, emosi kitapun tidak akan terpancing untuk marah. Malah karena emosi sedang tidak stabil, saat kita diberi kesenangan, malah bahagia meluap2 (kebalikan dari marah besar). 

Berikut ini penjelasan menurut para ahli:

PMS dan Hormon

Perubahan mood sering menjadi ciri utama Premenstrual Syndrome (PMS)PMS adalah gejala-gejala akibat perubahan hormon menjelang masa menstruasi. Umumnya periode ini terjadi 10 hari sebelum masa datang bulan, saat kadar hormon estrogen dan progesteron berubah drastis. Sejak masa awal pubertas, ovarium wanita mulai melepaskan hormon estrogen. Dalam satu siklus menstruasi, estrogen terus dilepaskan hingga mencapai puncaknya saat terjadi pelepasan sel telur atau ovulasi. Setelah itu kadar estrogen menurun drastis sebelum akhirnya pelan-pelan meningkat lagi.

PMS sering diidentikkan dengan depresi, kecemasan, perasaan yang sensitif, melankoli, atau bahkan kemarahan dan membenci diri sendiri. Wanita yang sedang mengalami PMS cenderung mempersepsikan segala hal atau komentar dari sudut pandang negatif, meski fakta nyatanya tidak demikian. Selain suasana hati yang terpengaruh perubahan kadar hormon, gejala PMS lain adalah diare, payudara terasa nyeri, dan kram.

Kadar normal estrogen pada seorang wanita dan wanita lain berbeda. Beberapa peneliti percaya bahwa sebagian wanita lebih sensitif terhadap perubahan kadar estrogen di masa menstruasi daripada sebagian wanita lain. Kelompok wanita inilah yang paling rentan mengalami naik turunnya mood saat haid. Peran estrogen secara umum adalah:

  • Memengaruhi produksi dan efek endorfin, yaitu unsur di otak yang mendatangkan rasa nyaman dan kesenangan.
  • Meningkatkan kadar serotonin yang berperan dalam regulasi nafsu makan,mood, dan pola tidur.
  • Melindungi saraf dari kerusakan serta menstimulasi pertumbuhan saraf.

Selain memengaruhi mood, fluktuasi hormon juga dapat memengaruhi berat badan, nafsu makan, dan hasrat untuk berhubungan seksual. Berada dalam kondisi stres, cemas, depresi, atau sedang diet adalah beberapa faktor yang dapat memengaruhi fluktuasi hormon estrogen.

Para lelaki umumnya mengaku sulit memahami perempuan. Hal ini pada kenyataannya dihubungkan dengan perubahan mood perempuan selama siklus reproduksinya. Para ahli menjelaskan bahwa perubahan suasana hati ini disebabkan karena selama siklus reproduksi yang berlangsung tanpa henti, terjadi fluktuasi kadar hormon di dalam tubuh perempuan. Padahal, seluruh sistem tubuh akan berfungsi normal jika kadar hormon seimbang.

Untuk mengenali kondisi tersebut, dan dapat mengatasi dampak ketidakstabilan kadar hormon pada perubahan mood, perhatikan penjelasan sesuai fase siklus reproduksi ini.

Fase 1: Minggu setelah menstruasi
Setelah menstruasi, kadar hormon estrogen meningkat. Kondisi ini secara psikologis membuat seorang perempuan merasa lebih percaya diri, dan bersemangat menjalani aktivitas sehari-hari. Gunakanlah masa ini untuk beraktivitas secara optimal, menyelesaikan berbagai urusan yang tertunda.
Saran: Pada masa ini, karena perubahan kadar hormon kulit perempuan cenderung menjadi sangat sensitif. Rawatlah kulit secara hati-hati. Hindari perawatan kecantikan yang berisiko luka, seperti waxing atau peeling wajah.

Fase 2: Masa ovulasi
Pada masa ini, kadar hormon estrogen dan progesteron sangat tinggi. Seorang perempuan biasanya menjadi penuh semangat, merasa cantik dan menarik. Dorongan seksual pada masa ini relatif lebih kuat dibandingkan fase lainnya. 
Saran: Pada fase ini, indra penciuman perempuan menjadi sangat baik. Manfaatkanlah masa ini untuk membeli parfum. 

Fase 3: PMS
Saat mengalami gejala-gejala pre-menstrual, kadar hormon esterogen di dalam tubuh perempuan mulai menurun. Kondisi ini menyebabkan suasana hati mudah berubah, seperti; gampang marah, cepat menyerah, sedih, atau bahkan gembira berlebihan. 
Saran: Perbanyak makanan yang mengandung kalsium dan magnesium, karena jenis nutrisi ini dapat membantu tubuh mengatasi dampak fluktuasi kadar hormon. manjakan diri dengan relaksasi serta hindari kafein agar gejala PMS tidak semakin parah.

Fase 4: Saat Menstruasi
Saat ini, kadar hormon reproduksi sangat rendah, atau secara medis dikategorikan sebagai kondisi “tidur”. Dampak yang paling nyata dari kondisi kadar hormon rendah adalah lemas, sehingga cenderung ingin tidur. 

Saran: Pastikan Anda cukup beristirahat, agar sel tubuh dapat melakukan proses regenerasi secara optimal. Pada masa ini, silahkan mengkonsumsi cokelat, karena jenis makanan tersebut memicu produksi hormon serotonin di dalam tubuh sehingga mood menjadi lebih baik.

Well readers, sekarang kalian dan saya uda tau kan tentang perubahan hormon dalam tubuh wanita. Buat para pria, mengertilah fase ini, setidaknya untuk menghindari konflik dengan partner anda. 
Dan buat kita para wanita, kita juga harus berusaha menjaga emosi kita supaya tetap stabil, sehingga dapat terhindar dari konflik dengan partner.

Catatan saya dari saran di pembahasan diatas:  

Minggu ke-1 (setelah menstruasi selesai): 

Dilarang peeling, dilarang facial, dilarang ganti produk perawatan wajah. Pokoknya minggu 1 setelah menstruasi fokus pada wajah.  

Minggu ke-2: 

Indra penciuman sedang bagus. Ini saat yg baik untuk beli parfume. Di minggu ke-2 setelah haid ini juga untuk para wanita single, jangan dekat2 dgn pria. Kecuali jika kamu sudah menikah, minggu ini adalah minggu yg baik. ^_^

Minggu ke-3: 

Ini adalah fase dimana emosi kita sangat sensitif, mudah marah, dan cepat tersinggung. Khusus untuk gw pribadi, ini adalah “warning”, bahwa minggu ke-3 ini gw bisa aja “makan orang”. Jd khusus minggu ini gw harus menghindari orang2 yg sering bikin kesel. Dilarang minum kopi, gw pilih minum susu coklat untuk menenangkan diri. Klo perlu pergi spa, pijat, relaksasi, renang, & aktivitas lain yg menyenangkan. 

Minggu ke-4 (saat menstruasi): 

Harus banyak istirahat dan minum susu coklat. Hohoho 

Sampai disini dulu yah readers pembahasan kita tentang siklus emosi saat menstruasi ini. Semoga gw jg bisa menghandle emosi gw, khususnya di minggu ke-3. Karena kalau gw uda marah, bisa parah bgt. Hadehhhh…. 

With Love,

Naomi Indah Sari


Source:

http://www.alodokter.com/mood-buruk-saat-datang-bulan-cerita-lama

http://menstruasi.com/perubahan-mood-selama-siklus-reproduksi


You also can follow my instagram: 


naomiindahsari 


Or add me as friend on facebook: 


naomi indah sari

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s