Rakyat Thailand Mencintai Rajanya. Bagaimana dengan Indonesia?

Bandung, Indonesia, 11 November 2016

Hi readers,

Bulan lalu, tepatnya tanggal 13 Oktober 2016 Raja Thailand, Bhumibol Adulyadej meninggal dunia. Walau dia raja negara lain, bukan bangsa saya; namun tetap saja mengharukan buat saya melihat di semua pemberitaan yang menayangkan meninggalnya sang Raja Thailand. Yang membuat saya haru adalah betapa luar biasa melihat rakyat Thailand menangis histeris, terisak-isak, dan terharu atas meninggalnya sang raja tercinta. Ini luar biasa. Sosok sang raja begitu dicintai oleh rakyatnya. Bahkan sejak beberapa tahun lalu saat sang raja mulai keluar masuk rumah sakit karena penyakitnya, rakyat sudah banyak mendoakan untuk kesembuhan sang raja. Apalagi saat keadaan sang raja sudah mulai kritis, tak henti-henti rakyat Thailand memanjatkan doa untuk kesembuhan beliau. Lalu saat sang raja diberitakan meninggal, seluruh rakyat Thailand merasa sangat berduka. Iring-iringan mobil jenazah raja Bhumibol disambut oleh segenap rakyat Thailand di sepanjang jalan di Bangkok. Ribuan rakyat Thailand berkumpul di sepanjang jalan di Bangkok menggunakan baju hitam dan putih sebagai respon rasa duka mereka atas meninggalnya sang raja yang begitu dicintai. Bahkan ribuan rakyat Thailand sudah stand by di sekitar Grand Palace, tempat raja dimakamkan, sejak malam sebelum jenazah raja tiba.

Wah wah readers, wow banget yah melihat itu semua. Mari kita bandingkan dengan negara kita, Indonesia. Pemerintahan kita memang bukan monarki atau kerajaan, tapi setidaknya melihat rakyat yang mencintai pemimpin negaranya merupakan pemandangan yang begitu indah dan agung. Di Indonesia, banyak sekali kubu-kubu atau kelompok-kelompok yang menjunjung tinggi kepentingan dan ideologi kelompoknya, sehingga mengesampingkan kepentingan dan ideologi bangsa atau kepentingan seluruh rakyat banyak. Sejak saya lahir di Indonesia sejak tahun 1987 hingga saat ini, tidak pernah saya melihat peristiwa seperti di Thailand terjadi di negara saya dimana rakyatnya begitu cinta dan berjuang untuk pemimpinnya. Sementara di Indonesia, rakyat berupaya dengan semangat yang radikal dan dengan kegigihannya, serta dengan ideologi yang mungkin sudah di brainwash oleh kelompok-kelompok tertentu, sehingga dengan semangat gerilya rakyat Indonesia berusaha untukmenjatuhkan pemimpinnya. Entah itu walikota, gubernur, presiden, atau mungkin RT dan RW juga kena sikut. ^_^ Mungkin di Indonesia ini kental sekali dengan budaya sirik, tidak sportif, negative thinking, menghakimi, merasa kelompoknya benar, anti pluralisme, dan rasisme. Sebagai generasi muda yang lahir, besar, dan tinggal di Indonesia, saya ingin sekali melihat negara ini damai dan bisa saling mencintai antara presiden dengan rakyatnya, gubernur dengan warganya, antar kelompok, antar ras, dan antar agama. Bahkan yang saya lihat, Bhineka Tunggal Ika hanyalah sebuah slogan saja di  bawah lambang garuda. Rakyat tidak benar-benar memahami dan menganut Bhineka Tunggal Ika sebagai suatu nilai yang bisa dipegang guna menjaga kesatuan bangsa.

Tapi saya yakin dan percaya bahwa tidak semua rakyat Indonesia seperti itu, ada banyak juga rakyat Indonesia yang cinta damai, pluralisme, dan mencintai teman-teman dari ras atau agama lain. Dan saya mau jadi salah satunya…

Well readers, sampai disini dulu yah…

Thank you for reading.

With Love,

Naomi Indah Sari.

After the death of Thailand’s King Bhumibol Adulyadej on October 13, 2016, photographer Aaron Joel Santos captured the crowds of people paying their respects, waiting for the funeral procession from Siriraj Hospital to the Grand Palace in Bangkok.

via Everything Went Black | Bangkok, Thailand — Discover

You also can follow my instagram: 


naomiindahsari 


Or add me as friend on facebook: 


naomi indah sari

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s