Buku: Unholy Night (Seth Grahame-Smith)

Dalam perjalanan di kereta dari Surabaya menuju Bandung. 

3 January 2016, 20:15 wib. 

Hi readers, saat ini saya sedang ada di dalam kereta Harina dari Surabaya menuju Bandung. Entah tepatnya sekarang sudah sampai mana. Hehehe 

Dalam perjalanan ini saya menyelesaikan bacaan saya yaitu suatu novel yang berjudul “Unholy Night“. Sejak awal Desember saya sudah mulai membaca buku ini, rencananya mau post review tentang buku ini tepat di tanggal 25 Desember; namun apa daya karna sedang menikmati liburan saya jadi baru sempat menyelesaikannya sekarang. 

Sepertinya novel ini cukup kontroversi. Saya hanya mereview yang sudah saya baca, tidak ada maksud menyesatkan. Hanya menceritakan kembali sedikit atau summary dari novel ini. Novel ini hanya sebuah karangan dan imajinasi karya Seth Grahame-Smith; jadi tentu saja bukan suatu fakta sejarah.

Dilihat dari judulnya, “Unholy Night“; pasti kalian bertanya-tanya tentang apa isi buku ini. Karena kita tahu jika kelahiran Yesus selalu disebut “Holy Night“. Dalam novel ini, bayi Yesus bukanlah tokoh utama, begitupun dengan tokoh Maria & Yusuf. Yang menjadi tokoh utama dalam novel ini adalah 3 orang majus, khususnya yang bernama Balthazar. Btw, saya jadi ingat bahwa saya baru tahu kalau Alkitab tidak menyebutkan jumlah orang majus yang mendatangi bayi Yesus, Alkitab hanya menulis orang-orang majus itu membawa emas, kemenyan, dan mur. Dari kotbah seorang pendeta yang memberikan saya beberapa ayat ini:

(Matius 2:1) Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem

(Ayat 7) Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak.

(Ayat 11) Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur. 

(Ayat 13) Setelah orang-orang majus itu berangkat, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata: “Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia.” 

(Ayat 16) Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu. 

Nah coba lihat tulisan yang di bold, di Alkitab ditulis “orang-orang majus”, tidak diketahui berapa jumlah orang majus yang sebenarnya. Namun benar ada 3 jenis hadiah, yaitu emas, kemenyan, dan mur; bukan 3 orang majus. 

Orang majus adalah gelar yang mencakup fungsi dalam artian yang sangat luas, mulai dari penasihat sampai tabib, tetapi biasanya merujuk pada para pendeta.

Walau demikian ulasan dalam novel ini menggunakan 3 orang majus sebagai tokoh utamanya. Mereka adalah Balthazar, Gaspar, dan Melchyor. Namun novel ini menceritakan bahwa mereka bertiga bukanlah orang-orang majus sungguhan. Mereka adalah para pencuri yang memakai pakaian orang majus. 

Balthazar adalah seorang pencuri handal & tidak segan-segan membunuh targetnya dengan pedang, ia berasal dari Antiokhia; Melchyor adalah pencuri yang berasal dari Yunani, dan Gaspar juga pencuri yang berasal dari Ethiopia.

Pertemuan ketiga pencuri tersebut berawal saat mereka bersama-sama berada di dalam penjara bawah tanah kerajaan Herodes. Menjelang hari pemenggalan, mereka bertiga berhasil kabur dari kerajaan Herodes. Inilah awal mereka disebut orang majus. Mereka kabur dengan mencuri dan memakai pakaian orang-orang majus, sementara orang-orang majus yang asli sedang menggantikan mereka untuk dipenggal. 

Dalam pelarian, tibalah mereka di suatu istal tempat dimana bayi Yesus dilahirkan. Namun mereka datang bukan karena melihat bintang timur, mereka datang karna ingin beristirahat dan mereka tidak tahu apapun perihal mesias dan bintang timur. Ini hanya suatu kebetulan. Yang lebih parah adalah bayi Yesus bukan dikunjungi oleh orang-orang majus, namun dikunjungi oleh 3 orang pencuri yang berpakaian majus.

Saat mereka memasuki istal, Maria dan Yusuf sangat terkejut. Melihat Maria berteriak, Yusuf langsung menyerang Balthazar. Dan akhirnya Balthazar, Gaspar dan Melchyor menjelaskan bahwa mereka hanya butuh tempat untuk beristirahat. 

Yusuf mengira mereka adalah orang-orang Herodes, lalu Yusuf bercerita kepada mereka tentang bayi Yesus dan tentang Herodes yang berusaha ingin membunuh bayinya. Kemudian Balthazar, Gaspar dan melchyor tertawa terbahak-bahak seakan tidak percaya akan bayi Yesus dan berpikir bahwa Yusuf bodoh sekali dikelabui oleh Maria yang hamil bukan darinya. 

Di waktu yang lain, Balthazar yang Atheist berdebat dengan Maria tentang ketuhanan; sampai-sampai Balthazar gerah dan berkata, “apa hebatnya Tuhanmu? Katakan padaku apa yang begitu hebat tentang Tuhan yang tidak melakukan apa-apa saat bayi-bayi itu ditembus pedang? Pedang, yang omong-omong dihunus oleh pengikutnya yang setia. Katakan padaku Tuhan macam apa itu?”

Di hari yang lain pun muncul perdebatan antara Balthazar dan Yusuf. Yusuf tak henti-hentinya berdoa dan bersyukur kepada Tuhan karena Tuhan mengirim Balthazar untuk menyelamatkannya di Betlehem, dan memimpin mereka selama di padang gurun. Lalu Balthazar berkata, “besok besok, kau tidak perlu repot-repot berterima kasih pada Tuhan, berterima kasih saja langsung padaku”. 

Lalu pada akhir cerita diceritakan bahwa Balthazar, Gaspar dan Melchyor sudah tua. Balthazar hidup bahagia, menikah dan mempunyai anak cucu. Sementara Gaspar dan Melchyor disalibkan bersama-sama dengan Yesus, bayi yang dulu pernah diselamatkannya. 

Wait…. Jadi Seth menulis bahwa para pencuri yang disalib bersama-sama dengan Yesus di golgota adalah Gaspar dan Melchyor? Menarik… 

Untuk keseluruhan cerita silahkan kalian baca langsung novelnya yah… 

Thank you for reading… 

With love, 

Naomi Indah Sari 
Source: 

Smith, Seth Grahame. 2012. Unholy Night.Jakarta: PT. Gramedia
You also can follow my instagram: 

naomiindahsari 

Or add me as friend on facebook: 

Naomi Indah Sari

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s