Buku: Supernova 1 (Kesatria, Putri & Bintang Jatuh), Dee Lestari

Bandung, 6 Agustus 2017

02:15pm

Hi readers, kali ini saya mau share tentang buku yang sangat terkenal dan fenomenal di Indonesia yang ditulis oleh mantan penyanyi zaman saya SD, yaitu Dee Lestari. hehehehe Buku ini adalah serangkaian buku-buku yang diberi nama “Supernova” yang terdiri dari 6 seri. Nah yang mau saya share sekarang adalah buku seri pertama yang berjudul “Kesatria, Putri & Bintang Jatuh”.

Kalau boleh berkomentar dulu, ini bukunya agak sedikit rumit dan membingungkan yah. Saya sampai harus lihat-lihat lagi halaman-halaman berikutnya supaya benar-benar nangkep maksud/ pesan dari buku ini. Saya tertarik mau baca buku ini karena beberapa orang bilang ini bukunya bagus banget dan ditulis dengan sangat cerdas oleh Dee Lestari, sampai-sampai waktu saya search buku ini via online (ceritanya mau beli di toko buku online), ada orang yang mention saya terus semangat banget rekomendasiin buku ini ke saya, katanya “Wajib banget baca kak. Sumpah si Dee pinter banget. Semua ilmu ada di buku supernova”. Ok ok, akhirnya setelah keliling semua toko buku di Jakarta (tempat saya tinggal sebelum pindah ke Bandung) tidak ketemu buku supernova 1 ini atau biasanya disingkat dengan “KPBJ”, dan akhirnya saya memutuskan beli online.

Well, waktu awal saya baca buku KPBJ ini, saya langsung tertarik karena Dee menggunakan pasangan homoseksual sebagai tokoh utama buku ini, yang bernama Dimas & Reuben. Kenapa saya tertarik? Karena di buku ini si Dimas & Reuben diceritakan sebagai pasangan homoseksual yang berintelektual, alias berpendidikan. Ide ini bagus banget untuk membangun citra bahwa homoseksual sama seperti orang normal yang berpendidikan tinggi, cerdas, intelek, kreatif, dan mampu berkarya. Tidak seperti stereotype yang sudah melekat di masyarakat bahwa homoseksual adalah menjijikkan, tidak berpendidikan, tidak bermoral, bahkan phedofil.

Selain itu, sangat menarik karena Dee menulis cerita di dalam cerita. Maksudnya, Dee menciptakan Dimas & Reuben dalam bukunya, lalu Dimas & Reuben menulis juga tentang tokoh-tokoh lain yang diciptakannya dalam tulisannya. Ini sangat menarik walaupun sedikit membingungkan karena setting ceritanya lompat-lompat ke cerita yang berbeda, namun masih saling terkait.

Kenapa Dee dipuji-puji sangat cerdas melalui buku ini, karena buku ini menyajikan istilah-istilah atau membahas teori-teori yang beragam seperti sastra, filsafat, sains, fisika, kimia, matematika, biologi, anatomi, psikologi, dan lain sebagainya. Seakan Dee berusaha menggabungkan semua ilmu tersebut dalam suatu kehidupan manusia, yang memang saling berkaitan satu sama lain.

Dalam buku ini tokoh Reuben mengatakan, “bahwa kebenaran yang utuh baru kamu dapatkan setelah melihat kedua sisi cermin kehidupan. Tidak cuma sebelah. Dan, cermin itu sangat dekat”. Lalu ia memperjelas bahwa cermin tersebut berada di setiap atom tubuh kita sendiri.

Kalau boleh saya mendefinisikan versi saya sendiri, mungkin maksudnya adalah saat kita mau mencari suatu kebenaran jangan hanya melihat dari satu sisi saja, atau satu aspek saja, atau satu paham saja, atau satu ideologi saja, atau satu agama saja, atau satu ide saja, tetapi pelajarilah, analisalah, lihatlah dari dua sisi yang berbeda, analisalah. Dengan demikian kita akan menemukan kebenaran. Jika kita hanya melihat dari sisi kita sendiri, atau melihat yang kita yakini saja, maka kebenaran tersebut tidak akan pernah ditemukan.

Adapula dialog dimana Reuben bercerita pada Dimas bahwa orangtua Reuben sudah mengetahui bahwa dirinya adalah seorang gay, lalu Reuben berkata, “Kalau sampai saya dipanggang di neraka bersama para pemburit seperti nasib Sodom dan Gomorah, mereka (orangtua Reuben) bakal minta ke Yahweh untuk ikut dibakar. Soalnya, kalau saya dianggap produk gagal, berarti mereka juga”.

Wkwkwkwkwkwkwkkwk Dialog ini lucu sekaligus menyindir. Seakan berkata bahwa tidak ada manusia yang merupakan produk gagal, jika seorang manusia adalah heteroseksual, bukan berarti juga dia sempurna. Artinya ya semua manusia diciptakan dengan pribadi yang unik & layak, jika ia terlahir cacat tubuh misalnya, bukan berarti dia produk gagal, dia tetap sempurna. Karena Tuhan pasti adil, ada hal yang kita miliki yang tidak dimiliki oleh orang lain dan begitupun sebaliknya.

Oh iya, tokoh Kesatria, Putri, & Bintang Jatuh adalah tokoh-tokoh yang diciptakan oleh Dimas & Reuben, mereka yang menulis cerita atau novel tentang itu. Diceritakan seorang Kesatria yang jatuh cinta pada seorang putri, namun putri tersebut bukanlah seorang wanita single, namun milik seorang pangeran. Kesatria & Putri sangat sedih & tersiksa karena kenyataannya mereka saling mencintai. Lalu ada tokoh Bintang Jatuh yang diciptakan sebagai seseorang yang harus sepenuhnya mewakili area abu-abu. Teori relativitas berjalan. Manusia yang penuh paradoks. Bukan tokoh antagonis, juga bukan protagonis. Penuh kebajikan, tapi juga penuh kepahitan. Dialah meteor langit setiap orang. Penuh kesan, tapi dengan cepat melesat hilang. Tidak terbendung institusi apa-apa, organisasi manapun, bukan properti siapa-siapa.

Lalu ada dialog di mana Reuben menyebut tentang filosofinya Abraham Maslow yang seorang penemu konsep psikologi transpersonal, yang didasari pada kerangka kerja idealis monistik, yaitu paradigma yang mengatakan bahwa otak dan pikiran berada di realitas yang sama. Idenya adalah sebagai berikut, “Ketika manusia sudah mengatasi semua kebutuhan dasarnya untuk bertahan hidup, ia pun dimungkinkan untuk mengejar pencarian lebih tinggi. Aktualisasi diri. Pengetahuan tentang dirinya sendiri di level yang paling dalam”.

Walaupun cuma sekutipan saja, tetapi bermakna cukup dalam yah. Intinya kita sebagai manusia harus mengejar pencarian yang lebih tinggi, yaitu aktualisasi diri. Aktualisasi diri ini bentuknya atau kegiatannya bermacam-macam sesuai panggilan nurani setiap manusia. Setiap orang berbeda-beda dalam menangkap konsep aktualisasi diri ini, dengan demikian aktualisasi diri tidak bisa digeneralisasikan sebagai suatu pikiran/tindakan/kegiatan tertentu.

Supernova bukan hanya nama serial buku ini, tetapi juga nama tokoh yang akan selalu ada diseluruh seri buku Supernova. Namun sosok supernova sebenarnya adalah misteri, kalau dibaca dari buku KPBJ, kita belum bisa menemukan siapa supernova sebenarnya.

Dari keseluruhan cerita KPBJ, menurut saya Dee menitikberatkan keseluruhan ceritanya pada teori “Order and Chaos“. Order and Chaos adalah teori tentang sistem deterministik, tetapi pergerakannya sangat sensitif terhadap kondisi-kondisi inisial sehingga tidak memungkinkan adanya prediksi jangka panjang.

Sesempurna apapun sebuah tatanan, dapat dipastikan chaos selalu ada, membayangi seperti siluman abadi. Begitu sistem mencapai titik kritisnya, ia pun lepas mengubrak-abrik. Bahkan, dalam keadaan yang tampaknya ekuilibrium atau seimbang, sesungguhnya order and chaos hadir bersamaan sebagai perekat. Di mana terdapat zona kuantum, rimba infinit di mana segalanya relatif, kumpulan potensi, dan probabilitas.

Dalam kehidupan sehari-hari, kehadirannya dapat terasa dalam bentuk intermittency atau ketidaksinambungan. Keterputus-putusan. Paradigma reduksionisme, yang telah berabad-abad mendominasi dunia sains, tidak pernah memberikan perhatian pada fenomena ini. Dan, bagi manusia yang melihat dunia hanya hitam dan putih, maka ia harus siap-siap terguncang setiap kali memasuki area abu-abu dimensi kuantum. Karenanya, relativitas bagaikan kiamat bagi yang mengagung-agungkan objektivitas. Sains ternyata tidak selamanya objektif, dan seringkali harus subjektif.

Well readers, uda pusing belum? Sepertinya kalian sama pusingnya seperti saya yah. Pokoknya buku ini recommended banget untuk kamu baca. Pusing sedikit gapapa lah yah untuk menambah pengetahuan kamu.

Untuk cerita detail dan teori-teori serta konsep-konsep keilmuan apa saja yang dibahas di buku ini, kalian bisa langsung beli bukunya dan baca sendiri yah. Semangat!!!

With love,

Naomi Indah Sari

You also can follow my instagram:

naomiindahsari

or add me as friend on facebook:

Naomi Indah Sari

Buku: The Magic Library (Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken), Jostein Gaarder

Bandung, 28 Juni 2017

04:00pm

Hi readers,

Saya baru saja selesai membaca novelnya Jostein Gaarder yang berjudul “The Magic Library: Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken”, seperti biasa saya akan share hal-hal menarik dari buku ini. Dalam novel ini diceritakan sepasang sepupu bernama Nils dan Berit yang tinggal berjauhan dan saling berkomunikasi melalui buku-surat (mereka surat menyurat pada sebuah buku). Di awal novel kita disajikan bacaan surat yang seakan kita sedang membaca surat-menyurat mereka.

Dalam buku-surat tersebut, Nils dan Berit saling beradu pendapat, bertengkar, dan melakukan investigasi bersama mengenai seorang penulis misterius bernama Bibbi Bokken. Di awal cerita mereka berdebat mengenai definisi bibliografer dan incunabula, hingga akhirnya terjadi kesepakatan bahwa bibliografer berasal dari kata Yunani biblion yang berarti “buku”, bibliografer berarti seseorang yang melakukan kegiatan bibliografi, atau hal-hal mengenai buku-buku. Berbeda dengan bibliophile yang berarti pencinta buku, yaitu seseorang yang mengoleksi buku-buku langka dan bermutu. Sementara incunabula adalah kata Latin yang berarti “timbangan”, namun untuk masa modern seperti sekarang incunabula merupakan kata yang digunakan untuk menunjukkan pada buku-buku yang diterbitkan sebelum tahun 1500. Incunabula adalah buku yang pertama kali dicetak setelah seni percetakan buku ditemukan.

Nils dan Berit juga menyebut tentang Anne Frank dalam buku-suratnya. Berit menceritakan pada Nils tentang Anne Frank. Anne Frank adalah gadis yang berasal dari keluarga Yahudi-Jerman. Pada tahun 1933, ia melarikan diri dari Jerman dan menetap di Amsterdam. Saat Jerman kemudian menduduki Belanda, orang Yahudi di sana dimasukkan ke dalam kamp konsentrasi (Jerman ingin membasmi semua orang Yahudi Eropa. Korbannya mencapai 6 juta orang). Untuk menyelamatkan jiwa mereka, keluarga Anne Frank bersembunyi di dalam ruang kecil di belakang toko yang dulunya adalah tempat ayahnya bekerja. Mereka sempat tak tertangkap selama 2 tahun, dan Anne Frank mengisi waktunya dengan menulis buku harian. Ia bercita-cita menjadi penulis dan berharap buku hariannya dapat diterbitkan setelah perang usai. Namun datanglah tragedi pada Agustus 1944, Nazi menyerbu masuk ke tempat persembunyiannya dan seluruh anggota keluarga Anne pun dikirim ke salah satu kamp konsentrasi yang mengerikan di Jerman. Dua bulan sebelum perang berakhir, Anne meninggal dunia.

Untungnya buku harian Anne ditemukan oleh seseorang yang baik hati, ia menjaga buku itu baik-baik. Setelah perang usai, buku harian Anne diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa di dunia. Dengan begitu, Anne pun berhasil menjadi seorang penulis. Ia telah menulis salah satu karya paling terkemuka di dunia. Tetapi, ia sendiri tak bisa menyaksikan ketenarannya ini. Buku harian Anne ditulis antara 14 Juni 1942 sampai dengan 1 Agustus 1944 (yaitu 3 hari sebelum Nazi menyerbu persembunyian mereka). Pada 20 Juni 1942, Anne menulis:

“Untuk seseorang yang seperti aku, ada perasaan aneh ketika menulis buku harian. Bukan hanya karena aku belum pernah menulis, melainkan karena aku pun berpikir bahwa baik aku maupun orang lain tak akan tertarik pada curahan hati seorang remaja berusia 13 tahun. Tapi, sebenarnya bukan itu permasalahannya. Aku ingin menulis dan berbincang dengan diriku sendiri tentang apa saja yang muncul dari dalam jiwaku. Kertas kan lebih sabar daripada manusia”.

“Untuk itulah, buku harian ini ada. Supaya lebih kuat lagi kesan kehadiran seorang teman yang kurindukan, aku tidak hanya menuliskan fakta dalam buku harianku, seperti orang lain. Namun buku harian ini sendiri yang akan menjadi temanku dan ia bernama Kitty.”

Anne Frank yang pada saat itu dalam keadaan tertekan, bingung, dan kesepian menggantungkan diri sosialnya dengan buku hariannya, yang menurutnya kertas lebih sabar daripada manusia. Anne mengangap kertas adalah sahabatnya yang setia mendengar dan menyaksikannya menulis dan bercerita.

Bagi yang belum tahu Anne Frank, di bawah ini adalah foto Anne Frank:

Image result for anne frank
Anne Frank

Image result for buku harian anne frank
Buku Harian Anne Frank yang diterjemahkan dan diterbitkan di seluruh dunia

Image result for buku harian anne frank
Buku Harian Anne Frank

Related image
Secarik kertas pada buku harian Anne Frank yang ditulis oleh Anne sendiri

Itulah kira-kira sedikit cerita tentang Anne Frank. Bagi yang penasaran mengenai isi dari buku harian Anne Frank, bisa cari buku-bukunya di toko-toko buku yah. Sudah banyak penerbit di seluruh dunia yang menerbitkan buku tentang Anne Frank.

Nils dan Berit akhirnya berhasil memecahkan misteri mengenai Bibbi Bokken dan dapat langsung bertemu dengannya di perpustakaan ajaibnya. Pada list buku perpustakaan ajaib Bibbi Bokken tertulis 990 jenis buku yang terdapat pada perpustakaan tersebut. Ada pula buku mengenai Rhaeto-Romanik, yaitu kelompok bahasa Romawi dan berikut dialek-dialeknya yang masih digunakan di beberapa tempat di Pegunungan Alpen, Swiss, dan Italia.

Dalam buku-surat Nils dan Berit, mereka membahas sebuah cerita dongeng yang terkenal, yaitu dongeng tentang bulu yang berubah menjadi 5 ekor ayam. Pengarangnya berkebangsaan Denmark bernama Hans Christian Andersen.

Ceritanya adalah tentang seekor ayam yang mencabuti bulunya sendiri dan berkotek-kotek sambil berkata “Hilanglah ia. Semakin banyak kucabuti, semakin cantik aku jadinya”. Ayam lain melihat itu berbisik kepada ayam di sebelahnya bahwa ayam pertama yang mencabuti semua bulunya itu tengah mencari muka di hadapannya. Seekor burung hantu yang mendengar tentang itu menceritakannya kepada burung hantu lain, lalu cerita itu sampai juga kepada dua ekor merpati dan seekor ayam. Namun ceritanya sudah mengalami perubahan. Dan si ayam berkokok pada ketiga ayam lain yang semuanya sudah mencabuti bulu-bulu mereka dan menjadi kedinginan karena cinta yang tak berbalas kepada seekor ayam. Lalu cerita itu pun terus beredar hingga akhirnya sampai kembali pada si ayam pertama yang mencabuti bulunya, dan saat itu ceritanya sudah berubah menjadi seperti ini:

Dahulu kala hiduplah 5 ekor ayam yang semuanya mencabuti bulu-bulu mereka untuk membuktikan siapa di antara mereka yang paling menderita akibat cinta yang tak berbalas kepada seekor ayam. Kemudian, mereka saling mematuk hingga berdarah-darah, lalu mati karena merasa malu kepada keluarga mereka dan karena merasa sangat kehilangan harta mereka yang paling berharga.

Ayam pertama menjadi jengkel dan memasukkan cerita tersebut ke koran sebagai shock therapy sekaligus peringatan. Dan ketika cerita itu terpampang di koran, tentu saja semua menganggap cerita itu benar. Karena koran kan tak mungkin berbohong.

Saya sedikit bingung menerjemahkan maksud dari dongeng tersebut, namun bila boleh saya sederhanakan setiap informasi yang beredar from mouth to mouth ceritanya selalu saja berubah ada yang dikurangi dan dilebihkan, sehingga cerita yang didengar oleh orang yang terakhir menjadi jauh berbeda dari cerita dari orang pertama. Kalimat terakhir dongeng tersebut membuat saya tertawa, “karena koran kan tak mungkin berbohong.” Menurut saya kedua hal pada dongeng tersebut seakan sia-sia. Jika berita beredar dari mouth to mouth merupakan kebohongan, maka berita yang disampaikan melalui koran juga merupakan kebohongan walaupun informasi yang diambil langsung dari pihak pertama. Jadi kesimpulannya, nobody is telling you the truth. ^_^

Dalam buku-surat Bils dan Berit seringkali menyebutkan kota Fjaerland. Fjaerland adalah salah satu kota di Norwegia yang menjadi tempat diselenggarakan peresmian Museum Gletser Norwegia pada 31 Mei 1991 oleh Ratu Sonja.

Related image
Museum Gletser Norwegia

Sang arsitek, Sverre Fehn, mendirikan dan merancang museum unik ini sebagai prasarana untuk memfasilitasi pengumpulan informasi atau pengetahuan empiris seputar fenomena gletser dan cuaca yang selanjutnya dilakukan analisa dan disebarkan kepada masyarakat luas. Obyek-obyek yang terpajang di museum ini menjelaskan kepada pengunjung bagaimana proses pembentukan gletser dan mengapa keberadaannya saat ini menjadi langka seiring peningkatan pemanasan global.

Sverre menentukan dan mengatur sendiri komposisi dan material bangunan untuk ruang pamer, aula pertunjukan, toko buku, dan tempat makan. Pada 1997, Sverre dianugerahi penghargaan internasional “Pritzker” atas karya arstitekturnya, dan museum gletser tercatat sebagai salah satu hasil karyanya yang sangat luar biasa.

Buku-buku yang berada di perpustakaan ajaib Bibbi Bokken disusun dengan menggunakan sistem Dewey, yaitu berdasarkan Klasifikasi Desimal Dewey. Klasifikasi Desimal Dewey (Dewey Decimal Classification (DDC), juga disebut Sistem Desimal Dewey) adalah sebuah sistem klasifikasi perpustakaan yang diciptakan oleh Melvil Dewey (1851-1931) pada tahun 1876. Klasifikasi Dewey muncul pada sisi buku-buku koleksi perpustakaan. Klasifikasi dilakukan berdasarkan subjek, kecuali untuk karya umum dan fiksi. Kodenya ditulis atau dicetak ke sebuah stiker yang dilekatkan ke sisi buku atau koleksi perpustakaan tersebut. Bentuk kodenya harus lebih dari tiga digit; setelah digit ketiga akan ada sebuah tanda titik sebelum diteruskan angka berikutnya.

Contoh kode:

  • 330.94 = ekonomi Eropa, di mana 330 adalah kode untuk Ekonomi dan 94 untuk Eropa.

Buku-buku diletakkan dengan mengurutkan berdasarkan nomor. Jika dua atau lebih buku memiliki nomor klasifikasi yang sama, sistem akan membagi kelas tersebut secara alfabet. Ada sepuluh kelas utama dalam klasifikasi Dewey. Sepuluh kelas tersebut dibagi lagi kepada 10 bagian; yang lalu bisa dibagi lagi kepada 10 bagian. Sepuluh kelas utama tersebut adalah:

  • 000 Komputer, Informasi dan Referensi Umum
  • 100 Filsafat dan Psikologi
  • 200 Agama
  • 300 Ilmu Sosial
  • 400 Bahasa
  • 500 Sains dan Matematika
  • 600 Teknologi
  • 700 Kesenian dan rekreasi
  • 800 Sastra
  • 900 Sejarah dan Geografi

Tidak hanya perpustakaan ajaib Bibbi Bokken saja yang menggunakan sistem Dewey pada penataan buku-bukunya, namun banyak juga perpustakaan di seluruh dunia yang menggunakan sistem Dewey tersebut.

Nils dan Berit mengingatkan saya kembali melalui buku ini bahwa dulu harga buku mahal dan tak terjangkau oleh sebagian besar orang. Di beberapa tempat di dunia, dicoba untuk menggoreskan huruf pada pelat kayu sehingga bisa berkali-kali cetak. Dengan cara inilah, berkembang seni penggandaan. Namun pencetakan buku adalah sebuah proses yang makan waktu dan mahal. Bisa dibayangkan pada zaman itu hanya orang-orang dari kalangan tertentu saja yang bisa membeli atau membaca buku, buku dianggap sebagai barang yang mewah dan berharga karena selain jumlahnya masih sedikit; pengetahuan di dalamnya pun sangat berharga.

Setelah itu dunia boleh berbahagia karena pada tahun 1450 muncul Gutenberg. Seni pencetakan buku merupakan revolusi terbesar kedua dalam budaya huruf pada saat itu. Gutenberg menggunakan huruf bongkar pasang (movable type) dari timah hitam. Pada awalnya, ia adalah seorang pandai besi. Tapi, sebagaimana ia mahir membuat perhiasan dari emas dan perak, ia pun dapat membuat cetakan huruf. Demikianlah, ia akhirnya mampu mencetak seluruh halaman buku. Huruf bongkar pasang tersebut dapat dipergunakan berulang-ulang. Ia menciptakan atom-atom dan molekul-molekul dari dunia perbukuan. Pada era inilah yang dinamakan era cetak (printed era) dimana percetakan atau penggandaan buku mulai maju pesat.

Image result for mesin cetak gutenberg

Bibbi Bokken menjelaskan pada Nils dan Berit bahwa pada tahun 1989, Parlemen Norwegia memutuskan membangun tempat penyimpanan di Mo i Rana. Dan sampai sekarang di sana sudah dibuat 2 buah gua besar di pegunungan. Di salah satu gua, dibangun sebuah bangunan berlantai 4. Di dalamnya terdapat apa yang dinamakan kompakt-magazine (Penyimpanan Lengkap), yang berisi segala macam buku, surat kabar, foto, film, dan kaset. Selain itu, di sana juga ada rekaman segala acara televisi dan radio dari stasiun Norwegia. Tempat ini disebut Divisi Rana yang berada di Perpustakaan Nasional Norwegia.

Image result for perpustakaan nasional norwegia
Tampak luar Perpustakaan Nasional Norwegia

Novel Jostein Garrder ini mengajarkan kita bahwa buku adalah teman terbaik. Siapa yang bisa menemukan buku yang tepat, akan berada di tengah-tengah teman terbaik. Di sana kita akan berbaur dengan karakter yang paling pintar, paling intelek, dan paling luhur, di sana kebanggaan serta keluhuran manusia bersemayam.

Well readers, sampai disini yah pembahasan kita mengenai The Magic Library: Perpustakaan Ajaib Bibbi bokken, jika kalian ingin tahu lebih lanjut mengenai petualangan Nils dan Berit bisa langsung beli bukunya yah.

Thank you for reading…

 

With Love,

Naomi Indah Sari

Source:

Gaarder, Jostein. 2016. The Magic Library: Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken. Bandung: Mizan.

https://museumku.wordpress.com/2010/12/30/museum-gletser-norwegia/

https://id.wikipedia.org/wiki/Klasifikasi_Desimal_Dewey

 

You also can follow me on instagram:

naomiindahsari

Or add me as friend on facebook:

Naomi Indah Sari

Puisi W.S. Rendra

Bandung, 9 Juni 2017

11:15pm

Related image

W.S. Rendra adalah sastrawan Indonesia yang lahir pada tahun 1935 dan meninggal dunia pada tahun 2009. Rendra yang dijuluki sebagai “Burung Merak” ini telah menciptakan banyak karya, baik drama maupun puisi. Karyanya mempunyai kepribadian dan kebebasan sendiri, banyak mendapatkan penghargaan dalam berbagai ajang. Karya-karya Rendra tidak hanya terkenal di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri, dan banyak yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa asing, di antaranya bahasa Inggris, Belanda, Jerman, Jepang, dan India. Ia pun menonjol dalam membacakan puisi. Tahun 1967 ia mendirikan Bengkel Teater di Yogyakarta, dan memindahkannya ke Depok pada Oktober 1985. Karya Rendra yang dianggap paling baik diantaranya adalah Sajak Sebatang Lisong, dan Sajak Potret Keluarga.

Related image

Berikut ini adalah beberapa karya W.S. Rendra:

 

Pasar Malam Sriwedari, Solo

W.S. Rendra

 

Di tengah lampu aneka warna

Balon mainan bundar-bundar

Rok-rok pesta warna

Dan wajah-wajah tanpa jiwa

Kita jagal sendiri hati kita

Setelah telinga jadi pekak

Dan mulut terlalu banyak tertawa

Dalam dusta yang murah

Dan bujukan yang hampa

Mencubiti pantat wanita

Tidak membuat kita tambah dewasa

Dilindungi bayangan tenda-tenda

Kita menutup malu kita

Dengan kenakalan tanpa guna

Tempat ini sangat bising dan bising sekali

Gong, gendang, gitar dan biola

Terkacau dalam sebuah luka

Ayolah!

Anda sedang menertawakan dunia,

ataukah dunia sedang menertawakan anda?

 

Sajak Sebatang Lisong

W.S. Rendra

Menghisap sebatang lisong
melihat Indonesia Raya,
mendengar 130 juta rakyat,
dan di langit
dua tiga cukong mengangkang,
berak di atas kepala mereka

Matahari terbit.
Fajar tiba.
Dan aku melihat delapan juta kanak-kanak
tanpa pendidikan.

Aku bertanya,
tetapi pertanyaan-pertanyaanku
membentur meja kekuasaan yang macet,
dan papan tulis-papan tulis para pendidik
yang terlepas dari persoalan kehidupan.

Delapan juta kanak-kanak
menghadapi satu jalan panjang,
tanpa pilihan,
tanpa pepohonan,
tanpa dangau persinggahan,
tanpa ada bayangan ujungnya.

Menghisap udara
yang disemprot deodorant,
aku melihat sarjana-sarjana menganggur
berpeluh di jalan raya;
aku melihat wanita bunting
antri uang pensiun.

Dan di langit;
para tekhnokrat berkata :

bahwa bangsa kita adalah malas,
bahwa bangsa mesti dibangun;
mesti di-up-grade
disesuaikan dengan teknologi yang diimpor

Gunung-gunung menjulang.
Langit pesta warna di dalam senjakala
Dan aku melihat
protes-protes yang terpendam,
terhimpit di bawah tilam.

Aku bertanya,
tetapi pertanyaanku
membentur jidat penyair-penyair salon,
yang bersajak tentang anggur dan rembulan,
sementara ketidakadilan terjadi di sampingnya
dan delapan juta kanak-kanak tanpa pendidikan
termangu-mangu di kaki dewi kesenian.

Bunga-bunga bangsa tahun depan
berkunang-kunang pandang matanya,
di bawah iklan berlampu neon,
Berjuta-juta harapan ibu dan bapak
menjadi gemalau suara yang kacau,
menjadi karang di bawah muka samudra.

Kita harus berhenti membeli rumus-rumus asing.
Diktat-diktat hanya boleh memberi metode,
tetapi kita sendiri mesti merumuskan keadaan.
Kita mesti keluar ke jalan raya,
keluar ke desa-desa,
mencatat sendiri semua gejala,
dan menghayati persoalan yang nyata.

Inilah sajakku
Pamflet masa darurat.
Apakah artinya kesenian,
bila terpisah dari derita lingkungan.
Apakah artinya berpikir,
bila terpisah dari masalah kehidupan.

 

Sajak Potret Keluarga

W.S. Rendra

Tanggal lima belas tahun rembulan.
Wajah molek bersolek di angkasa.
Kemarau dingin jalan berdebu.
Ular yang lewat dipagut naga.
Burung tekukur terpisah dari sarangnya.
Kepada rekannya berkatalah suami itu :
“Semuanya akan beres. Pasti beres.
Mengeluhkan keadaan tak ada gunanya.
Kesukaran selalu ada.
Itulah namanya kehidupan.
Apa yang kita punya sudah lumayan.
Asal keluarga sudah terjaga,
rumah dan mobil juga ada,
apalagi yang diruwetkan ?
Anak-anak dengan tertib aku sekolahkan.
Yang putri di SLA, yang putra mahasiswa.
Di rumah ada TV, anggrek,
air conditioning, dan juga agama.
Inilah kesejahteraan yang harus dibina.
Kita mesti santai.
Hanya orang edan sengaja mencari kesukaran.
Memprotes keadaaan, tidak membawa perubahan.
Salah-salah malah hilang jabatan.

Tanggal lima belas tahun rembulan
Angin kemarau tergantung di blimbing berkembang.
Malam disambut suara halus dalam rumputan.
Anjing menjenguk keranjang sampah.
Kucing berjalan di bubungan atap.
Dan ketonggeng menunggu di bawah batu.

Istri itu duduk di muka kaca dan berkata :
“Hari-hari mengalir seperti sungai arak.
Udara penuh asap candu.
Tak ada yang jelas di dalam kehidupan.
Peristiwa melayang-layang bagaikan bayangan.
Tak ada yang bisa diambil pegangan.
Suamiku asyik dengan mobilnya
padahal hidupnya penuh utang.
Semakin kaya semakin banyak pula utangnya.
Uang sekolah anak-anak selalu lambat dibayar.
Ya, Tuhan, apa yang terjadi pada anak-anakku.
Apakah jaminan pendidikannya ?
Ah, Suamiku !
Dahulu ketika remaja hidupnya sederhana,
pikirannya jelas pula.
Tetapi kini serba tidak kebenaran.
Setiap barang membuatnya brengsek.
Padahal harganya mahal semua.
TV Selalu dibongkar.
Gambar yang sudah jelas juga masih dibenar-benarkan.
Akhirnya tertidur…….
Sementara TV-nya membuat kegaduhan.
Tak ada lagi yang bisa menghiburnya.
Gampang marah soal mobil
Gampang pula kambuh bludreknya
Makanan dengan cermat dijaga
malahan kena sakit gula.
Akulah yang selalu kena luapan.
Ia marah karena tak berdaya.
Ia menyembunyikan kegagalam.
Ia hanyut di dalam kemajuan zaman.
Tidak gagah. Tidak berdaya melawannya.

Tanggal lima belas tahun rembulan.
Tujuh unggas tidur di pohon nangka
Sedang di tanah ular mencari mangsa.
Berdesir-desir bunyi kali dikejauhan.
Di tebing yang landai tidurlah buaya.
Di antara batu-batu dua ketam bersenggama.

Sang Putri yang di SLA, berkata :
“Kawinilah aku. Buat aku mengandung.
Bawalah aku pergi. Jadikanlah aku babu.
Aku membenci duniaku ini.
Semuanya serba salah, setiap orang gampang marah.
Ayah gampang marah lantaran mobil dan TV
Ibu gampang marah lantaran tak berani marah kepada ayah.
Suasana tegang di dalam rumah
meskipun rapi perabotannya.
Aku yakin keluargaku mencintaiku.
Tetapi semuanya ini untuk apa?
Untuk apa hidup keluargaku ini?
Apakah ayah hidup untuk mobil dan TV?
Apakah ibu hidup karena tak punya pilihan?
Dan aku ? Apa jadinya aku nanti?
Tiga belas tahun aku belajar di sekolah.
Tetapi belum juga mampu berdiri sendiri.
Untuk apakah kehidupan kami ini?
Untuk makan? Untuk baca komik?
Untuk apa?
Akhirnya mendorong untuk tidak berbuat apa-apa!
Kemacetan mencengkeram hidup kami.
Kekasihku, temanilah aku merampok Bank.
Pujaanku, suntikkan morpin ini ke urat darah di tetekku

Tanggal lima belas tahun rembulan.
Atap-atap rumah nampak jelas bentuknya
di bawah cahaya bulan.
Sumur yang sunyi menonjol di bawah dahan.
Akar bambu bercahaya pospor.
Kelelawar terbang menyambar-nyambar.
Seekor kadal menangkap belalang.
Sang Putra, yang mahasiswa, menulis surat dimejanya :
Ayah dan ibu yang terhormat,
aku pergi meninggalkan rumah ini.
Cinta kasih cukup aku dapatkan.
Tetapi aku menolak cara hidup ayah dan ibu.
Ya, aku menolak untuk mendewakan harta.
Aku menolak untuk mengejar kemewahan,
tetapi kehilangan kesejahteraan.
Bahkan kemewahan yang ayah punya
tidak juga berarti kemakmuran.
Ayah berkata : “santai, santai!“
tetapi sebenarnya ayah hanyut
dibawa arus jorok keadaan
Ayah hanya punya kelas,
tetapi tidak punya kehormatan.
Kenapa ayah berhak mendapatkan kemewahan yang sekarang ayah miliki ini?
Hasil dari bekerja? Bekerja apa?
Apakah produksi dan jasa seorang birokrat yang korupsi?
Seorang petani lebih produktif daripada ayah.
Seorang buruh lebih punya jasa yang nyata.
Ayah hanya bisa membuat peraturan.
Ayah hanya bisa tunduk pada atasan.
Ayah hanya bisa mendukung peraturan yang memisahkan rakyat dari penguasa.
Ayah tidak produktif melainkan destruktif.
Namun toh ayah mendapat gaji besar!
Apakah ayah pernah memprotes ketidakadilan?
tidak pernah, bukan?
Terlalu beresiko, bukan?
Apakah aku harus mencontoh ayah?
Sikap hidup ayah adalah pendidikan buruk bagi jiwaku.
Ayah dan ibu, selamat tinggal.
Daya hidupku menolak untuk tidak berdaya.

 

Thank you for reading…

With Love,

Naomi Indah Sari

 

You also can follow my instagram:

naomiindahsari

or add me as friend on facebook:

Naomi Indah Sari

Puisi Chairil Anwar

Bandung, 9 Juni 2017

11:00pm

Image result for chairil anwar

Hi readers, kali ini saya mau share karya-karyanya Chairil Anwar. Chairil Anwar lahir tahun 1922 dan meninggal di tahun 1949, ia dijuluki sebagai “Si Binatang Jalang” dari karyanya yang berjudul “Aku” (oh iya, karya Chairil yang berjudul “Aku” ini sempat booming lagi setelah tenarnya film Ada Apa Dengan Cinta lho). Chairil adalah penyair terkemuka Indonesia. Ia diperkirakan telah menulis 96 karya, termasuk 70 puisi. Bersama Asrul Sani dan Rivai Apin, ia dinobatkan oleh H.B Jassin sebagai pelopor Angkatan ’45 sekaligus pelopor puisi modern Indonesia. Puisinya membahas berbagai tema, mulai dari pemberontakan, kematian, individualisme, dan eksistensialisme, hingga tak jarang bermakna multi interpretasi.

Berikut ini adalah beberapa karya Chairil Anwar:

 

Persetujuan Dengan Bung Karno

Chairil Anwar

 

Ayo! Bung Karno kasi tangan mari kita bikin janji

Aku sudah cukup lama dengan bicaramu

Dipanggang diatas apimu

Digarami lautmu

Dari mulai tanggal 17 Agustus 1945

Aku melangkah ke depan berada rapat di sisimu

Aku sekarang api

Aku sekarang laut

Bung Karno! Kau dan aku satu zat, satu urat

Di zatmu. di zatku, kapal-kapal kita berlayar

Di uratmu, di uratku, kapal-kapal kita bertolak dan berlabuh

 

AKU

Chairil Anwar

 

Kalau sampai waktuku

Ku mau tak seorang kan merayu

Tidak juga kau

Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini binatang jalang

Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku

Aku tetap meradang menerjang

Luka dan bisa kubawa berlari

Berlari

Hingga hilang pedih peri

Dan aku akan lebih tidak perduli

Aku mau hidup seribu tahun lagi

 

Thank you for reading…^_^

With Love,

Naomi Indah Sari

 

You also can follow my instagram:

naomiindahsari

or add me as friend on facebook:

Naomi Indah Sari

Lets Pretend by Prynczzwonda


Playing pretend

Imagine if we faked something so deep

it becomes real

Let’s pretend you love me half 

as much as I do you

I was catching fake feelings

And we had this fake strong connection

Would we have the perfect fake love?
Let’s pretend that our eyes were locked 

for a moment

Whilst my hands search your body purposely? 

Would you run away and hope I chase you?

Would it even matter?

Lets pretend that this was real

Would you still pretend you never felt it too? 

Source:

http://wp.me/p2gY3X-NZ 


You also can follow me on instagram: naomiindahsari 

Or add me as friend on facebook: Naomi Indah Sari

It’s Not a Sin

Image result for it's not a sin

IT’S NOT A SIN

Sosokmu penuh pesona

Senyum manismu bermekaran di jiwa

Terkadang menyebalkan

Tetapi apalah daya

Fisikmu samar-samar

Sulit dijangkau oleh jiwa

Sulit diwujudkan oleh rasa

Tak mungkin dimimpikan

Tak mungkin digapai

Hingga jiwa kehilangan raga

Jika boleh ku mengungkapkan

Perasaan ini adalah yang terdahsyat yang pernah ada

Apa cinta ini dapat terwujud?

Jawabannya selalu “tidak”

Mencintaimu adalah ilusi

Bersamamu adalah khayalan

Namun kupastikan, jiwaku ada disana

Imajinasiku jadi nyata

Sin won’t be sin

When you see the beauty in it

by: Naomi Indah Sari

My instagram: naomiindahsari

My facebook: Naomi Indah Sari

SEPASANG LAYANGAN

Image result for two kites

SEPASANG LAYANGAN

Timbangan nyata penuh makna dan tanda tanya

Keseimbangan terkadang hanya melalui kata-kata

Tuhan… apakah ini hanya euforia-Mu semata?

Sehingga ada rasa dari semua alam semesta.

Desir angin pantai malaikat pun tak kunjung datang

Hingga sampai dirimu datang

Hasratku menyentuh langit terbentang

Jangan biarkan musuh menghadang

Sekalipun kau yakin tak pernah menang

Bergeraklah melawan!

Sampai Tuhan melihat hati berlinang.

Koleksi: Naomi Indah Sari

My instagram: naomiindahsari

My facebook: Naomi Indah Sari