Trip To Semarang

Bandung, 6 September 2017

12:05 pm

Hi readers, kali ini gw mau share cerita tentang trip gw waktu ke Semarang bareng sahabat. Gw ke Semarang tanggal 17 Agustus 2017 s/d 19 Agustus 2017 dengan menggunakan kereta Harina pulang pergi Bandung-Semarang-Bandung. Sebenernya teman gw sih dari Jakarta, cuma gw atur sedemikian rupa biar kita bisa pulang pergi bareng, jadi dy ke Bandung dulu. qiqiqiqiqiiqqi ^_^

Ga ngangka ternyata di Semarang banyak tempat bagus, pokoknya suka banget dan puas banget pas liburan ke Semarang. Selama di Semarang kita nginep di Hotel Horison NJ, lokasinya dekat banget sama Kota Lama Semarang. Cuma karena waktu itu kita sampai di Semarang jam 5 subuh, jadi kalau mau early check in harus bayar full seharga kamar semalam. Ihh malas banget harus keluar duit lagi. Terus receptionisnya bilang bisa early check in setengah harga kalau check in setelah jam 7 pagi. Gw kok kayak ga ikhlas gitu ngeluarin uang buat early check in, terus akhirnya gw dan teman gw memutuskan untuk pagi itu juga kita langsung ke lokasi wisata buat jalan-jalan sampai siang, siangnya baru deh kita check in hotel terus langsung istirahat. Walaupun sebenernya badan kita uda remuk banget dan ngantuk banget karena sepanjang perjalanan di kereta dari Bandung ke Semarang kita ga bisa tidur karena ga nyaman duduk di kereta ekonomi. hahahahahahah

Well, jam 7 pagi itu juga kita tiba di tempat tujuan pertama yaitu Kuil Sam Poo Kong. Tiket masuk kuil Sam Poo Kong hanya Rp 5.000,-/orang. Kuilnya bagus dan luas, serasa lagi di Tiongkok. hehehhee

Image may contain: 1 person, smiling, outdoor
Naomi berfoto di halaman kuil Sam Poo Kong
Image may contain: 1 person, standing, sky and outdoor
Patung besar di halaman kuil Sam Poo Kong (mungkin patung ini yg bernama Sam Poo Kong. Hehe)
Image may contain: one or more people and outdoor
Naomi di pelataran kuil Sam Poo Kong
Image may contain: outdoor
Kuil yang berada di kawasan Sam Poo Kong

Dari Sam Poo Kong kita ke Pagoda Avalokitesvara atau Kuil Buddhagaya atau lebih dikenal dengan Kuil Watu Gong. Jadi kalau kesana cukup cari Kuil Watu Gong aja biar ga pusing yah. hahahahhaa Masuk kuil ini gratis ga dipungut biaya, tapi ada box untuk sumbangan sukarela, jadi pengunjung bisa ngasih uang seikhlasnya aja. Di Kuil Watu Gong ini Pagodanya bagussssss banget, berasa lagi di Korea. hahahahahhahaa Aku suka….aku suka….. ^_^ Ada patung Sleeping Buddha juga lho, walaupun ga segede yang di Thailand tapi ini cukup besar juga patungnya. Oh iya, di Watu Gong gw beli lilin 2 buah harganya cuma Rp 8.000,-/pcs hehehe

Image may contain: sky and outdoor
Pagoda Avalokitesvara di Vihara Buddhagaya (Watu Gong)
Image may contain: indoor
Patung Buddha di dalam Vihara Buddhagaya (Watu Gong)
Image may contain: one or more people and indoor
Patung Dewi Kwan Im di dalam Pagoda Avalokitesvara, Vihara Buddhagaya (Watu Gong)
Image may contain: one or more people, tree, shoes, plant, sky, outdoor and nature
Ceritanya ini Pohon Bodhi yang berada di halaman Vihara Buddhagaya (Watu Gong)
Image may contain: 1 person, outdoor
Sleeping Buddha yang berada di kawasan Vihara Buddhagaya (Watu Gong)
Image may contain: candles
Ini oleh-oleh lilin buat gw sendiri beli di Pagoda Avalokitesvara dengan harga Rp 8.000,-/pcs

Dari Kuil Watu Gong kita ke Museum Rekor Indonesia (MURI), setelah sampai disana ternyata tutup karena lagi cuti bersama. Dari MURI kita langsung beralih ke Masjid Agung Jawa Tengah atau biasa disingkat MAJT. MAJT ini bagus banget masjidnya, berasa lagi di Timur Tengah. Pokoknya bagus banget. Kita sampai di MAJT sekitar pukul 11 siang, dan puanaaaaasssssss tenan cuacanya. Kita istirahat dulu sambil makan bakso. Setelah makan entah kayaknya baterai di tubuh kita benar-benar sudah KO karena kita belum istirahat sama sekali, jadi agak ga mood pas mau foto-foto di MAJT. Terus di depan MAJT juga ada tertulis peraturan untuk berpakaian sopan dan menggunakan pakaian muslim, jadi awalnya gw dan teman gw agak gak PD karena takut diusir atau ga diizinin buat foto-foto di pelataran, walau penjaga toilet sudah memberitahu kami untuk berfoto di pelataran saja ga masalah dan ga harus pakai hijab; namun karena kami sudah lelah jadi yasudah kita pilih cabut aja dari MAJT.

Niat hati mau langsung ke hotel, tapi waktu masih menunjukkan pukul 12 siang, sementara check in dimulai pukul 2 siang. Jadi yaudah kita mampir dulu ke Semarang Contemporary Art Gallery yang lokasinya berada di dalam kawasan Kota Lama, ada di belakang Gereja Blenduk. Di dalam gallery ini banyak lukisan yang bisa kita lihat-lihat, walau kami bukan seniman, tapi kami suka aja melihat-lihat karya seni, walau entah maknanya apa dari lukisan itu. hahahahahaha Tiket masuk gallery ini Rp 10.000,-/orang.

Image may contain: 1 person, standing and outdoor
Patung anak laki-laki telanjang di halaman belakang Semarang Contemporary Art Gallery
Image may contain: one or more people, people standing, basketball court, shoes and indoor
Lantai 2 Semarang Contemporary Art Gallery
Image may contain: one or more people and indoor
Lantai 1 Semarang Contemporary Art Gallery
Image may contain: outdoor
Lukisan besar di lantai 1 Semarang Contemporary Art Gallery
Image may contain: outdoor
Halaman belakang Semarang Contemporary Art Gallery

Di luar Semarang Contemporary Art Gallery, ada Kampung Seni Padang Rani yang banyak menjual barang-barang antik. Kita melihat-lihat sebentar dan tidak ada yang bisa kita beli karena kita bukan kolektor barang antik. hehehehehe

Image may contain: outdoor
Kampung Seni Padang Rani
Image may contain: shoes
Toko-toko barang antik di Kampung Seni Padang Rani

Di sebelah kanan Pasar Seni Padang Rani ada Gereja Blenduk, kita mampir sebentar ke dalam Gereja untuk foto-foto. Masuk gereja ini bayarnya sukarela, tinggal masukin uangnya ke box yang disediain aja.

Image may contain: people standing, sky, tree and outdoor
Tampak luar Gereja Blenduk
Image may contain: indoor
Tampak dalam Gereja Blenduk

Setelah keluar dar Gereja Blenduk, kita istirahat dulu di taman yang berada di antara Gereja Blenduk dan Pasar Seni Padang Rani, namanya Taman Sri Gunting. Waktu menunjukkan pukul 1 siang, setelah itu kita kembali ke hotel dan tidur siang. hahahahhahahahahahaa

Image result for taman sri gunting semarang
Taman Sri Gunting

Setelah puas bobo cantik, pukul 5:30 sore kita jalan kaki dari hotel ke Kota Lama Semarang untuk foto-foto di setiap Gedung lama yang kita lewatin. Kalau liat foto-fotonya berasa kayak di Holland gitu kali yah. hehehhehehe

Image may contain: 1 person, smiling, standing, sky, tree, house and outdoor
Kota Lama Semarang
Image may contain: 1 person, smiling, standing, sky and outdoor
Gedung Spiegel di Kota Lama Semarang
Image may contain: 1 person, smiling, standing, sky, tree and outdoor
Gedung Marba di Kota Lama Semarang
Image may contain: one or more people, people sitting and outdoor
Kota Lama Semarang

Sekitar jam 6 sore dari Kota Lama kita menuju Pasar Semawis untuk makan malam. Sesampainya di Pasar Semawis ternyata belum ada yang buka stand makanannya, masih beres-beres gitu. Yaudah deh jadinya kita iseng explore daerah Semawis yang terkenal dengan nama Chinatownnya Semarang. Daaannnnn….. kita happy banget nemuin 2 Klenteng di daerah Semawis. Yang pertama kita temuin itu Klenteng Hoo Hok Bio, Klenteng ini ga besar jadi kita awalnya agak ragu takut ga boleh masuk, lalu setelah kita ngintip-ngintip, penjaga Klenteng yang duduk di dalam manggil kita katanya boleh masuk, so dengan senang hati kita langsung bergegas masuk dan foto-foto. Heheheheheh Berikutnya kita jalan lagi menuju Klenteng Tay Kak Sie, awalnya teman gw agak ragu karena jalanannya gelap, tapi setelah dipikir-pikir dan kita lihat ada beberapa orang yang lewatin jalan itu juga yaudah kita nekat telusuri jalan itu. Eh ternyata Klentengnya deket banget, bagus dan lengkap banget, semua dewa ada disitu. Walau gw ga hafal nama-nama dewa tersebut, tapi kayaknya teman gw hafal banget secara dia korban film Sun Go Kong. hahahhahahaha

Image may contain: 1 person, smiling, standing, night and outdoor
Tampak luar Klenteng Hoo Hok Bio di kawasan Semawis, Semarang
Image may contain: 1 person, smiling, indoor
Tampak dalam Klenteng Hoo Hok Bio di kawasan Semawis, Semarang
Image may contain: night, sky and outdoor
Tampak luar Klenteng Tay Kak Sie
Image may contain: 1 person, smiling, sitting, table and indoor
Ruang doa utama di Klenteng Tay Kak Sie di kawasan Semawis Semarang
Image may contain: 1 person, sitting, table and indoor
Naomi saat berdoa di Klenteng Tay Kak Sie di kawasan Semawis, Semarang. Ini gw doanya serius banget lho. Gw berdoa semoga dapat jodoh & karir melejit. Hahaha

Setelah kita puas foto-foto di Klenteng, kita jalan balik ke Pasar Semawis. Horeee….. pasarnya uda buka dan banyak banget pilihan makanan disana. Gw dan teman gw lihat-lihat semua stand dari ujung ke ujung, setelah uda dilihat semua kita malah jadi bingung mau makan apa. hahahhahahaha Tapi akhirnya gw pilih makan gurita bakar seharga Rp 25.000,-/tusuk dan cumi bakar seharga Rp 20.000,-/tusuk, enak banget lho…… I love you cumiiiiii….. ^_^ Kayaknya teman gw bingung mau makan apa karena dia bingung nyari yang mana yang halal. hehehehe

Image result for pasar semawis semarang
Pecinan Semarang, ini gapura menuju Pasar Semawis
Image result for pasar semawis semarang
Pasar Semawis, Semarang. Hanya dibuka setiap hari Jumat s/d Minggu diatas jam 7 malam

Setelah makan enak di Pasar Semawis kita balik ke hotel dan bobo cantik lagi. zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz

Keesokan harinya kita santai-santai dari pagi. Jam 7 pagi gw berenang dulu gethoooo biar kayak sosialita masa kini kalau nginep di hotel kudu berenang. hahahahha Terus jam 9 pagi kita mandi masing-masing, tenang ga bareng kok mandinya. Abis mandi kita diskusi bak orang pinter, terus tepat jam 12 siang kita check out.

Setelah check out, tempat tujuan pertama kita adalah Polder Tawang yang lokasinya berada di sebrang Stasiun Semarang Tawang. Sebenernya ga jelas juga sih Polder Tawang ini, gw rada ga mood gitu foto disini, but yeah ok lha. hahahahahhaa

Image may contain: outdoor
Polder Tawang, Semarang
Image may contain: 1 person, smiling, standing, outdoor, water and nature
Polder Tawang, Semarang

Ga jauh dari Polder Tawang, kita mampir ke Pabrik Rokok Praoe Lajar. Konon gedung Pabrik ini dibangun pada tahun 1909, namun kalau Pabrik Rokok Praoe Lajar sendiri baru berdiri pada tahun 1959. Waktu gw dan teman gw berkunjung ke Pabrik Rokok ini awalnya agak ragu kira-kira boleh ga yah beli rokok dan belinya pun ga banyak, tapi setelah kita mampir dan ngobrol sama satpamnya ternyata boleh beli minimal 1 pak (isi 20 bungkus), yaudah kita beli 1 pak aja dengan harga Rp 112.000,-/pak (Rp 5.600,-/bungkus). Setelah beli rokok, gw mikir ini rokok mau dikasih ke siapa yah….. karena lingkungan gw jarang ada yang ngerokok (FYI…. sampai sekarang 6 bungkus rokok masih utuh belum gw kasih ke siapa-siapa. hahahahah ada yang mau? lol). Oh iya, teman gw tiba-tiba sok inisiatif gitu minta contact bagian marketingnya buat kalau-kalau sesampai di Jakarta dia mau pesan lagi (sok perokok banget yah dia…. wkwkwkwkwk). Oh iya, kita sempat ketemu dan bersalaman sama yang punya Pabrik Rokok Paoe Lajar generasi ke-3.

Image may contain: sky and outdoor
Pabrik Rokok Praoe Lajar, Semarang
Image may contain: 2 people
Naomi saat berbincang-bincang dengan satpam & security di Pabrik Rokok Praoe Lajar, Semarang
Image may contain: indoor
Oleh-oleh Rokok Praoe Lajar seharga Rp 112.000,-/pak (Rp 5.600,-/bungkus)

Dari Pabrik Rokok Praoe Lajar kita menuju Lawang Sewu, Lawang Sewu artinya pintu seribu; walau kenyataannya gedung ini hanya memiliki 450 pintu (kalau ga percaya hitung aja sendiri yah… ^_^).

Image may contain: house and outdoor
Halaman Lawang Sewu
Image may contain: one or more people and indoor
Tampak dalam Lawang Sewu, Semarang
Image may contain: indoor
Dek atau lantai 3 Lawang Sewu
Lantai 2 Lawang Sewu, Semarang

Dari Lawang Sewu kita nyebrang ke Tugu Muda, dan kita foto-foto disitu; lebih tepatnya teman gw sih yang foto-foto, gw males banget foto sama Tugu. hellouuuu ^_^ wkwkwkkwkwkwkwkwk

Ini teman gw dengan senyum manisnya berfoto di Tugu Muda, Semarang.

Dari Tugu Muda kita lanjut ke Masjid Agung Jawa Tengah lagi. Karena kemarin kita belum ngapa-ngapain disini, jadi kita mampir lagi biar ga penasaran. Dan horeee akhirnya kita foto-foto juga di Masjid nan megah ini. Setelah foto-foto di pelataran masjid, kita ke Menara Asmaul Husna yang berada di kawasan masjid. Di atas menara kita bisa melihat Masjid Agung Jawa Tengah yang indah dan tentu saja kita juga bisa melihat pemandangan kota Semarang. Di atas menara ada beberapa teropong untuk bisa melihat-lihat sambil zoom in zoom out gitu kali yah. Kalau mau menggunakan teropong ini cukup bayar Rp 1.000,- untuk sekali lihat. Gw dan teman gw ga beli yah, kita cuma sok eksis aja foto pake teropong. hahahahaha Oh iya di bawah menara Asmaul Husna ada museum juga, cuma saat kita kesana museumnya uda tutup. Huuuuaaaa…. kita datangnya kesorean sih. huhuhuhuhu

Image may contain: sky and outdoor
Masjid Agung Jawa Tengah, Semarang
Image may contain: sky and outdoor
Pelataran Masjid Agung Jawa Tengah, Semarang
Image may contain: outdoor
Naomi diatas menara Asmaul Husna, Masjid Agung Jawa Tengah, Semarang
Image may contain: sky and outdoor
Masjid Agung Jawa Tengah dilihat dari atas menara Asmaul Husna, Semarang
Image may contain: sky and outdoor
Kota Semarang dilihat dari atas Menara Asmaul Husna, Masjid Agung Jawa Tengah, Semarang

Dari MAJT kita mampir ke pusat oleh-oleh di sepanjang Jl. Pandanaran. Kita sudah sangat capek dan kelaparan, jadi kita ga hunting tiap toko. Kita fokus ke satu toko aja yang namanya Bandeng Juwana-Elrina, setelah kita puas belanja oleh-oleh kita langsung ke stasiun Semarang Tawang dan makan malam disana.

Image result for pusat oleh-oleh pandanaran semarang
Pusat oleh-oleh Semarang di toko Bandeng Juwana-Elrina yang berlokasi di Jl. Pandanaran

Akhir kata gw mau cerita dan promosi dikit, selama gw di Semarang gw dan teman gw jalan-jalan dengan menggunakan transportasi online, GOCAR. Dan kita berdua puas dan senang banget karena semua driver Gocar yang kita dapet selama di Semarang, semuanya baik-baik, ramah-ramah, kita penumpangnya diperlakukan kayak princess sampai pintu dibukain segala. Kita yang biasanya di kota lain diperlakukan biasa aja bahkan kadang ada banyak driver yang rese, tapi kali ini di Semarang driver gocarnya TOP banget. Kalau bintangnya sampai 10, mungkin gw akan kasih 10 bintang. Swear ini gw ga lagi promosiin Gocar, lebih tepatnya gw salut aja sama driver gocar di Semarang. Semoga driver gocar di kota lain juga sehebat itu yah pelayanannya. Semangat Semarang!!!

Sampai disini dulu yah cerita tentang perjalanan gw dan teman gw di Semarang. Sampai jumpa lagi di trip Naomi selanjutnya. See you….. ^_^

With Love,

Naomi Indah Sari

You also can follow my instagram:

naomiindahsari

or add me as friend on facebook:

Naomi Indah Sari.

Advertisements

Trip To Singapore

Bandung, 5 Juli 2017

08:30pm

Hi readers, kali ini gw mau share trip gw waktu ke Singapore bareng bestfriend. Gw ke Singapore tanggal 18 Maret – 20 Maret 2017. Gw dan teman gw iseng aja ngebolang ke Singapore. Padahal kita berdua sama-sama belum pernah ke Singapore. Setelah gw melakukan riset alias ngumpulin data tempat wisata apa aja yang mau dikunjungin, dan tranportasi apa aja yang bisa kita gunakan selama di Singapore, langsung deh kita book tiket pesawat dan hotel. ^_^

Saat kita menginjak Bandara Changi, kita berdua beneran kayak orang linglung. Hahahahaha mungkin gw aja yang linglung, temen gw sih biasa aja.

  1. Pas sampai di bandara kita salah jalur pas mo keluar. Terus temen gw ngeh kok kayaknya orang-orang pergi kearah yang berlawanan, yaudah terus kita balik arah. ^_^
  2. Gw dan temen gw mau beli kartu STP (Singapore Tourist Pass) buat naik MRT. Pas kita ke loket MRT, ternyata beli kartu STP bukan di loket itu, tapi di tempat yang lain. Terus si petugas loket ngarahin kita ke tempat lain sambil ngomong “Go up, go there“. Well, “go up” gw tau nie maksudnya keatas, tapi atas yang mana. “Go there” ini ambigu banget nie. Go there ke kiri apa ke kanan ga jelas. Alhasil kita nyasar mondar mandir ga nemu mana yang jual kartu STP. Bayangin aja kita 1 jam di bandara muter-muter nyari loket yang jual STP. astagfirullooohhh… ^_^ Dan sesuatu banget yah akhirnya kita berhasil ketemu stand yang jual kartu STP itu, bentuknya kayak stand jual pulsa perdana gitu, gw kira belinya harus di loket sekitar MRT atau loket Bis gitu yah. astagaaa…. Yasudahlah yang penting akhirnya kita dapet juga tuh kartu. Maaf yah teman dirimu jadi capek gara-gara gw gak tau belinya dimana. hahahahhahaha…. Oh iya STP ini berlaku untuk 3 hari unlimited, bebas mau berapa kali aja naik MRT atau naik bis. Ini semacam kartu terusan untuk transportasi di Singapore selama 3 hari. Harga kartu STP ini $38.
  3. Dari Bandara Changi kita mau menuju hotel dengan menggunakan MRT. Saat kita uda naik MRT, kita langsung duduk anteng. Eh ternyata MRT pertama yang kita naikin ga langsung ke tempat tujuan, melainkan dari Changi cuma ke Tanah Merah, terus balik lagi ke Changi. Kita naik MRT uda sampai di Tanah Merah bukannya turun malah ikut balik lagi ke Changi. Koplak banget deh. Well, ini bukan karena kita innocent yah, tapi karena di peta jalur Changi itu warna hijau searah jalurnya kalau mau ke tempat tujuan kita (Bugis), jadi kita pikir kita ga perlu transit. Next time kalau ke Singapore lagi harus transit di Tanah Merah yah. wkwkkwkkwkwkwkwkwkwkwkwk
Untitled.jpg
Ini sebagian peta MRT. Perhatikan jalur Changi Airport menuju Tanah Merah. MRT dari Changi Airport hanya sampai di Tanah Merah, dari Tanah Merah baru kita bisa melanjutkan ke destinasi tujuan kita.
STP (Singapore Tourist Pass)

Setelah itu kita langsung turun di Bugis, dari Bugis kita jalan kaki nyari hotel kita yang berada di Bencoolen street. Nama hotelnya Bencoolen Hotel. Untung banget temen gw uda register rooming internet gitu di hp nya, sementara gw ga kepikiran buat internetan di jalan karena ga terpikir buat pakai google map selama di Singapore. Kirain semuanya akan easy & lancar jaya, ternyata kita buta jalan dan tetap butuh map. Oh la la…. ^_^

Sampai di hotel kita langsung berasa nyaman banget karena kamar hotelnya beneran cozy, ada wifi, ada tv, ada ac, ada hairdryer, terus di lantai 2 ada kolam renang dan tempat fitness, ga jauh dari kolam renang juga disediain air di dispenser untuk pengunjung hotel yang mau isi air botolnya. Dan salahnya kita, kita baru explore hotel di hari terakhir di mana sebelumnya kita selalu beli air mineral di toko dengan harga $1 sampai $2.5. Hadehhhh…. kalau tau disediain air begini kan mending ga usah beli air lagi kan yah. hahahahahhaa

Oh ya, hotel ini recommended banget lho. Buat yang mau nginep disini alamatnya di 47 Bencoolen Street Singapore 189626, untuk info lebih detail kalian bisa cek di website http://www.hotelbencoolen.com. Lokasi hotelnya gak terlalu dekat ke stasiun MRT, kalau mau ke stasiun Bugis atau Bras Basah, musti jalan “sedikit”. Tapi ada halte bis pas seberang hotel. But it was good lha… kita masih bisa pergi-pergi dengan lancar walau bingung, dan capek, dan nyasar. hahahahhahahahaa

Image may contain: bedroom and indoor
Kamar kami saat menginap di Bencoolen Hotel
Image may contain: pool and outdoor
Kolam renang di Bencoolen Hotel

Well, selama di Singapore kita kebanyakan jalan kaki, naik MRT, dan beberapa kali naik bis yah. Sampai kaki gw berasa capek banget dan kedua jempol gw bengkak semua. hahahahahhaa Oh iya, kartu STP itu bisa untuk naik MRT dan Bis, jadi jangan takut kalau mau naik bis, pasti bisa kok.

Oh iya, sebelum sampai hotel; saat kita jalan kaki dari stasiun Bugis menuju Hotel Bencoolen, kita mampir dulu di Waterloo Street karena disitu rame banget banyak belanjaan kayak pasar kaget gitu. Masih di Waterloo kita sempat berfoto di depan Sri Krishnan Temple dan Kwan Im Thong Hood Cho Temple yang lokasinya berdekatan. Di daerah ini juga ada foodcourt di Albert Centre, Queen Street, kita makan siang murah disini. Saya makan nasi goreng harganya cuma $3, karena ini di Singapore bilangnya murah yah, kalau di Indonesia buset mahal banget nasi goreng Rp 30.000. hahahahahaha Oh iya, disini ada makanan halal juga.

Image may contain: 1 person
Sri Krishnan Temple
Image may contain: 1 person, outdoor
Kuan Im Thong Hood Cho Temple

Ga jauh dari situ ada juga toko pernak-pernik Buddha yang di depan tokonya juga banyak patung dewa-dewa untuk disembah sama masyarakat yang lewat situ atau yang mampir kesitu. Terus ada wishing ribbon di mana kita bisa tulis harapan/doa kita pada pita panjang yang disediakan terus kita ikatkan pita tersebut pada patung dewa (gw ga tau nama dewanya. Liat gambar dibawah). ^_^ Mau tau apa yang gw tulis di wishing ribbon? hehehe “Get married, get rich, go to Europe”. Amin Amin. Sadhu…Sadhu…Sadhu….

No automatic alt text available.
Wishing Ribbon. Tulis harapan atau doa kamu di pita wishing ribbon, lalu ikatkan wishing ribbon pada patung dewa
Image may contain: one or more people, people standing and indoor
Naomi saat mengikatkan wishing ribbon pada patung dewa dengan harapan “Get Married, Get Rich, Go to Europe”

Image may contain: indoor and food

Image may contain: 1 person, indoor

Sorenya kita ke Chinatown, banyak oleh-oleh menarik di Chinatown. Cuma berhubung gw lagi irit so ga belanja yah… cuma liat-liat dan foto-foto aja. hahahahaha Ga jauh dari Chinatown ada Sri Mariamman Temple. Tempatnya bagus deh. Gw dan teman gw uda buka sepatu dan ready mau masuk, tapi karena si petugas liat gw bawa kamera, jadi gw harus bayar $3 kalau ga salah, terus karena gw males buang $3, jadi kita ga jadi masuk temple. Wkwkwkwkwkwkwkkwkwwkk

Image may contain: outdoor
Chinatown Singapore
Image may contain: outdoor
Chinatown Heritage Center Singapore
Image may contain: 1 person, outdoor
Chinatown Singapore
Image may contain: 11 people, people smiling, outdoor
Sri Mariamman Temple Singapore
Image may contain: indoor
Tampak dalam Sri Mariamman Temple. Gw curi-curi foto dari luar.

Dari Chinatown kita ke Orchad Road. Di Orchad Road rencananya mau makan malam, tapi ternyata tempatnya elit banget gitu, kebanyakan resto yang mahal, terus itu tempat perbelanjaan luxury gitu. So yaudah kita jalan-jalan dan foto-foto aja di sekitaran Orchad Road dan capek banget, sampai gw ga mau balik lagi ke MRT Orchad, akhirnya kita naik bis.

Image may contain: 2 people, people smiling, night and outdoor
Naomi berfoto di depan Orchad Mall
Image may contain: one or more people, night, tree, shoes and outdoor
Naomi berfoto bersama icon Orchad Mall

Dari Orchad Road kita naik bis dan turun entah dimana gw lupa, kalau ga salah turun di Bras Basah. Dari situ kita mau makan malam di Bugis street, kita mengandalkan google map, dan kita muter-muter 2x sampai kaki gw uda memar saking capeknya plus kelaparan pula, terus akhirnya ga ketemu tuh Bugis, dan akhirnya kita terpaksa makan di salah satu mall terdekat, ga jelas juga sih ini mall apa bukan, pokoknya kayak mall gitu lha yah, namanya The Cathay Cineplex. Gw lupa makan apa, yang jelas puas lha buat orang yang lagi kecapekan dan kelaparan. hehehhhe Oh iya, di jalan kita sempat mampir ke OBJECTIFS (Centre of Photography and Film), tempatnya uda tutup tapi diluar ada karya-karya fotografi gitu terus kita foto-foto deh.

Image may contain: 1 person, smiling, standing, night and outdoor
Naomi di depan Objectifs (Center of Photography and Film)
Image may contain: one or more people
Naomi saat melihat-lihat karya fotografi di halaman Objectifs (Center of Photography and Film)

Karena sudah malam dan sudah capek banget kita langsung balik ke hotel. Besok paginya kita jalan kaki ke Little India, kita sarapan makanan India yang enak dan murah banget. Di Little India banyak tempat makan halal, jadi jangan khawatir kalau ke Singapore karena hampir di semua tempat pasti ada makanan halal karena Singapore kan negara multi ras (semua negara juga multi ras yah), cuma maksud gw disini mayoritas Cina, India, dan Arab. Jadi mix dimana-mana ada makanan halal juga.

Image may contain: sky, tree and outdoor
Little India Arcade
Image may contain: one or more people, sky, house and outdoor
Little India Singapore
Image may contain: sky and outdoor
Little India Singapore
Image may contain: food and outdoor
Little India Singapore

Dari Little India kita naik MRT ke stasiun Harbour Front menuju ke Sentosa Island. Dari Harbour Front kita naik cable car menuju Sentosa Island. Untuk menuju Sentosa Island ini ga harus naik Cable Car, bisa naik bis, bisa naik MRT khusus Sentosa, bisa juga jalan kaki. Gw dan temen gw pilih naik Cable Car sambil melihat pemandangan Singapore dari atas Cable Car. Naik Cable Car ini harganya $32 untuk pulang pergi. Mahal dan sempat ragu, tapi yaudah namanya juga lagi liburan jadi dinikmati aja deh. hehehhe

Sampai di Sentosa, kita mampir di hutan apa gitu kita jalan-jalan ga jelas. hahahha terus kita ke Siloso Beach, ini pantainya bagus banget…. bodohnya gw ga selfie disini karena saking panasnya dan teriknya gw rasanya mo fokus nyari tempat berteduh. hahhaha Dari Siloso Beach kita naik Sentosa Bis ke tempat main wahana Skyline Ride dengan harga $11 untuk sekali jalan. Gw dan teman gw dengan PD-nya naik skyline, dan pas uda diatas…..astagfirulloh alazim ini tinggi banget man…. dan kita cuma duduk doank diatas skyline tanpa ada safety belt atau pelindung apapun. Wahana ini cocok banget buat kamu yang mau bunuh diri, tinggal loncat aja pasti langsung bye. Gw panik banget pas diatas karena ga ngerasa safety. Gw dan teman gw diam seribu bahasa dan kaku ga bergerak, karena gw takut kalau bergerak nanti kita jatoh kebawah terus masuk berita deh: “Dua turis asal Indonesia ditemukan meninggal dunia karena terjatuh di wahana Skyline Sentosa Singapore”. wkwkwkwkkwkwk amit amit yah…..

Abis naik skyline kita foto-foto lagi di sekitaran Sentosa, foto di depan Universal Studio, di Eye Trick Museum, Candylicious, dll. Dan yang paling seru itu waktu berfoto sama ular phyton, cukup bayar $5 kamu uda bisa foto bareng ular phyton. hohoho

Oh iya ada pengalaman yang agak kocak nie, waktu gw dan teman gw di Sentosa, tiba-tiba ada cowok India nyamperin kita. Gw pikir dia mau nanya arah jalan, karena awalnya dia nunjuk-nunjuk ke arah jalan. Eh terus dia nanya nama gw siapa, nama teman gw siapa, terus dia nanya kita dari mana, terus dia nanya kita nginep di hotel mana, dan bodohnya gw dengan polosnya nyebut nama hotel gw, terus yang bikin shock dia nanya kamar nomor berapa….. wahhh… pas pertanyaan yang ini gw uda langsung ngeri kalau nie India cumi mau aneh-aneh, terus gw bilangnya “wahhh…sorry…no boys…only girls… you better go. I think your wife is looking for you“. wkwkwkwkwkwkkk terus tuh India nanya ke teman gw dan teman gw jawab, “no English“. pinterrr….dia pura-pura ga bisa bahasa Inggris. hahahahhahaha Terus akhirnya kita buru-buru kabur dari cowok itu. ^_^

Image may contain: people standing, sky and outdoor
Cable Car di Sentosa Island, Singapore
Image may contain: 1 person, sitting and outdoor
Naomi saat berada di dalam Cable Car menuju Sentosa Island, Singapore
Image may contain: table, plant, tree and outdoor
Cafe di Siloso Beach Singapore
Image may contain: one or more people, ocean, sky, outdoor, water and nature
Siloso Beach Sentosa Island, Singapore
Image may contain: one or more people, beach and outdoor
Siloso Beach Sentosa Island, Singapore
Image may contain: 2 people, people sitting, sky, outdoor and nature
Berselfie saat berada diatas Skyline Ride di Sentosa Island, Singapore
Image may contain: 1 person, smiling, standing, outdoor and food
Berfoto bersama ular phyton di sentosa Island, Singapore
Image may contain: 1 person, smiling, standing and outdoor
Naomi saat berfoto di depan icon Universal Studio Singapore

Dari Sentosa Island kita ke Holland Village. Di Holland Village ada toko yang jual baju-baju murah lho. Gw belanja dress cuma $3, wajib kesana deh. Terus yang gw suka banget dari Holland Village, makanan di foodcourtnya enak banget gila. OMG…. Oh iya, selama kita di Singapore kita selalu dapet makanan enak. Swear kalau gw ke Singapore lagi gw harus banget balik ke Holland Village Market & Food Centre ini. Enaaaaakkkkkkk makanannya.

Image may contain: one or more people, shoes and outdoor
Holland Village Singapore
Image may contain: tree and outdoor
Holland Village Market & Food Center, Singapore. Tempat saya makan makanan yang enak banget
Image may contain: 2 people, people smiling, outdoor
Holland Village Food Court, Singapore

Dari Holland Village kita ke Bugis Street liat-liat belanjaan dan beli oleh-oleh. Buat yang mau belanja oleh-oleh murah gw rekomendasiin di Bugis Street. Di Chinatown untuk oleh-oleh yang unik-unik dan bagus-bagus tapi harganya agak sedikit mahal. Terus kalau mau belanja yang mahal banget silahkan ke Orchad Mall… hehheheehe

Image result for bugis street singapore
Bugis Street Singapore

Dari Bugis Street kita balik ke hotel karena hati sudah senang dan badan sudah lelah… hehehhehehe Besoknya kita langsung check out dari hotel dan pergi ke Kampung Glam/Kampung Arab untuk makan siang. Di Kampung Glam kita berfoto didepan Masjid Sultan, kalau teman gw sih enak dia sempat Sholat di Masjid Sultan jadi bisa lihat dalamnya masjid Sultan. Berhubung gw lagi pakai celana pendek jadi ya gak enak mau masuk ke masjidnya. hehhehehe Di Kampung Glam uda pasti banyak tempat makan halal secara ini kan kampung Arab yah.

Image may contain: sky, car and outdoor
Kampung Glam Singapore
Image may contain: 2 people, outdoor
Kampung Glam Singapore
Image may contain: 1 person, smiling, walking, sky, shoes and outdoor
Kampung Glam Singapore
Image may contain: outdoor
Naomi saat berfoto di Masjid Sultan Singapore

Dari Kampung Glam kita pergi ke tempat tujuan terakhir kita sebelum ke Bandara. Kita ke Merlion Park. Kita naik MRT menuju stasiun City Hall, dari City Hall kita jalan kaki ke arah Esplanade. Selain di Merlion Park kita juga berfoto-foto di sekitaran Merlion Park seperti Victoria Theater and Memorial Hall dan lain-lain.

Image may contain: 1 person, smiling, standing and outdoor
Naomi saat berfoto di Merlion Park Singapore

Image may contain: 1 person, smiling, standing, sky, ocean, bridge, outdoor and water

Image may contain: outdoor
Esplanade Singapore
Image may contain: skyscraper, sky, outdoor and water
Esplanade Singapore

Image may contain: 1 person, standing, skyscraper, sky, shoes, child and outdoor

Image may contain: sky and outdoor
Naomi saat berfoto di Victoria Theater and Memorial Hall Singapore

Image may contain: 3 people, people smiling, outdoor

Setelah puas foto-foto di sekitar Merlion Park, kita jalan kaki lagi menuju stasiun MRT City Hall untuk menuju Bandara Changi. Sebenernya bisa juga naik MRT dari Esplanade, tapi nanti musti transit dulu, malah lebih jauh. Jadi kita pilih naik dari City Hall.

Kesimpulan dari liburan gw di Singapore ini seru dan asik. Gw suka banget sama negaranya karena bersih dan teratur banget. Ga ada polusi. Terus semua tempat bagus buat foto-foto. Pokoknya ok lha. Yang bikin sebel mungkin karena gw dan teman gw baru pertama kali ke Singapore dan kita risetnya belum terlalu detail karena kita ga jago baca peta (gw doank kayaknya, temen gw sih ok ok aja baca petanya). hahahahhaa Alhasil ya kita jadi nyasar dan bingung nyari-nyari tempat tujuan. Dan yang paling penting adalah semua makanannya enak-enak banget dan harganya murah-murah banget. Untuk makanan murah-murah, tapi kalau untuk belanja mahal-mahal banget yah. hehehhehe Oh iya harga air mineral juga mahal $2 = Rp 20.000/botol. Terus yang bikin sedih semua wahana di Sentosa Island mahal-mahal banget. T_T  Tapi kita cukup fun dan happy banget selama di Singapore walau kulit gw berubah jadi makin tan gitu deh. Hehehe

Well, sampai disini dulu yah cerita Naomi di Singapore. Sampai jumpa di trip Naomi selanjutnya… ^_^

With Love,

Naomi Indah Sari

You also can follow my instagram:

naomiindahsari

Or add me as friend on facebook:

Naomi Indah Sari

 

Trip to Bali

Bandung, 26 Maret 2017

13:50 WIB

Hi readers, kali ini gw mau share trip gw waktu ke Bali tanggal 29 Desember 2016-1 Januari 2017 lalu. Uda basi emang, tapi mau share aja. hahahahha

Gw ke Bali niatnya emang mau malam tahun baruan di Bali, kebetulan waktu itu gw lagi liburan di rumah nyokap gw di Gresik, kebayang seminggu lebih hiburan apaan di Gresik, secara tahun 2015 lalu gw uda datengin semua tempat wisata di Surabaya, jadi demi mengantisipasi kebosanan gw iseng tanya travel Surabaya-Bali yang emang uda gw incer dari tahun 2015. Setelah gw iseng sms yang punya travel, ternyata masing ada seat yg kosong untuk 2 orang. Gw langsung deal & ngajak ade gw yang cewek untuk ke Bali. Per orangnya cuma Rp 950.000, murah tapi ga recommended; jadi gw ga mau share travel itu ke kalian. Why ga recommended? Nanti gw ceritain. hehehehe

Kita berangkat naik bis dari Delta Plaza Surabaya ke pelabuhan Ketapang, lumayan jauh ternyata; tapi dari pelabuhan Ketapang ke Pelabuhan Bali cuma 1 jam aja sampai. Kita sampai Bali jam 5 subuh dan langsung menuju Pusat Oleh-Oleh Krisna, kita numpang mandi pagi di toilet situ. Toiletnya bau sampah dan baju-baju gw jatuh di tong sampah saat gw lagi mandi di toilet, cakepppppppp…. (serius BT. Krn jijik banget harus ngambil baju gw dari tong sampah) T_T. Abis mandi kita foto-foto di sekitaran situ sambil nunggu jam sarapan, sarapannya di tempat itu dan baru dibuka jam 8 pagi. Untung ada spot buat foto-foto, kalau ga ada pastu uda BT banget.

 Image may contain: 1 person, standing and outdoor

Dari Pusat Oleh-Oleh Krisna kita menuju ke Danau Bedugul. Lumayan puas foto-foto disini, tempatnya bagus. Oh iya FYI, toilet umum di Bali itu harganya Rp 3.000; cukup mahal untuk buang air kecil. hehehhehe

Image may contain: sky, cloud, outdoor and nature

Sore hari baru kita check in hotel, kita nginep di Pop Hotel Denpasar. Kalau lapar di depan hotel ada tukang bakso enak banget, bakso ikan dan bakso sapi, murah cuma Rp 10.000, ada juga bubur ayam enak banget harganya lupa. hahahha

Depan hotel ada pasar, tapi pasar basah gitu, ga ada yang bisa dibeli untuk kita yang lagi travelling kalau ke pasar itu. Gw dan adik gw jalan kaki menelusuri sepanjang jalan kanan dan kiri hotel dan tidak menemukan tempat-tempat hiburan atau tempat nongrong yang ok, jadi kita balik lagi ke hotel. Next time kalau ke Bali lagi ga mau nginep di daerah situ lagi, boring ga ada apa-apa.

Besoknya kita jalan-jalan ke Tanjung Benoa, pantainya biasa aja; gw cuma foto sebentar di Tanjung Benoa terus kabur jalan kaki menuju pura yang ada di sekitar tanjung benoa untuk foto-foto.

Image may contain: 1 person, standing and outdoor

Image may contain: plant, shoes and outdoor

Dari Tanjung Benoa kita ke Water Blow, lokasinya di daerah Nusa Dua. Pantai di Nusa Dua baguuuuuuuussssssss banget, tapi pantainya itu khusus untuk pengunjung yang nginep di hotel-hotel bonafit yang ada di kawasan Nusa Dua. Next time kalau punya duit banyak, wajib banget nginep di Nusa Dua. No words can describe. Cocok lha harganya. Tapi walau begitu gw tetap nyuri foto pantai Nusa Dua. hehehhee

Image may contain: one or more people, ocean, sky, child, outdoor, water and nature

Image may contain: tree, sky, ocean, plant, outdoor, nature and water

Dari Water Blow, Nusa Dua kita menuju Pantai Pandawa. Pantai Pandawa juga bagus dan bersih. Cuma yang bikin gw BT, itu guide yang punya travel ga ada otaknya deh, masa ngajak jalan-jalan cuma dikasih waktu satu jam. Boro-boro mau main di pantai, mandi aja ga sempet kali. Ini bener-bener mengecewakan dan ogah banget pergi sama travel itu lagi. Kebetulan di Pantai Pandawa lagi ada festival, jadi lumayan lha ada sedikit hiburan walau ga sempat main air.

Image may contain: one or more people and outdoor

Image may contain: sky, outdoor and nature

Image may contain: one or more people, ocean, sky, outdoor, water and nature

Dari Pantai Pandawa, kita ke GWK (Garuda Wisnu Kencana). Tempat ini bagus banget. Gw sampai terpesona memandangi patung batunya dewa Wisnu, menurut gw Dewa Wisnu tampan sekali di ukiran batu itu. wowww banget…. Di GWK ada gadis berbusana Bali, kita free foto bareng dia. Bebas boleh ngasih tips, ga ngasih juga gpp. Di GWK juga ada air suci, umat bisa berdoa dan minta air suci itu. Gw bukan umat Hindu, cuma gw iseng aja pengen foto sambil doa gitu ceritanya. hahahahaha

Image may contain: 2 people, people smiling, people standing and outdoor

Image may contain: 1 person, outdoor

Dari GWK kita balik ke hotel. Malam tersebut adalah tepat di malam tahun baru, di mana si yang punya travel mengiming-imingi kita dengan tagline “Malam Tahun Baru di Bali”. Gw ikut travel ini karena emang pengen ngerasain malam tahun baruan di Bali kan yah. Eh ternyata dan ternyata, si guide yang punya travel bilang gini: “Malam tahun baru ini acara bebas yah. Terserah mau kemana. Kalian jalan-jalan aja sendiri. Karena bis rombongan tidak bisa dibawa ke Pantai Kuta (tujuan tempat malam tahun baru) karena semua tempat di Bali macet bla bla bla.” Terus akhirnya gw ngajak ngobrol cewek-cewek seusia gw yang ada di rombongan gw dan ngajak mereka malam tahun baruan di Kuta, terus mereka bilang kalau mereka mau malam tahun baruan di Sanur; dan mereka ngajak gw dan adik gw. Nanti jam 8an dikabarin lagi pas mau berangkat. Yaudah gw santai tuh langsung berenang sama adik gw di Hotel Harris yang masih satu kawasan sama Pop Hotel. Setelah kita berenang, kita balik ke kamar dan guide ngasih tau dadakan kalau mereka pada mau ke Pantai Kuta. Gw santai aja karena kan gw bisa bareng sama cewek-cewek yang ngajakin gw itu kan. Secara kalau gw ikut rombongan ga keburu juga, kan gw baru mau mandi sementara mereka uda mau berangkat. Yaudah. Abis mandi gw whatsapp tuh cewek-cewek memastikan jam berapa kita mau berangkat ke Sanur, eh ternyata salah satu dari mereka bilang: ‘wah sorry banget mba. Kita ga jadi ngajak kalian. Kita mau pergi sendiri tanpa kalian. Kalian ikut rombongan aja.” Wuahhhhh monyong banget tuh cewek-cewek, gw uda feeling kayaknya mereka mau melakukan hal-hal yang buruk di Sanur, makanya ga jadi ngajak gw dan adik gw. Dia ngomong pas rombongan uda otw ke Pantai Kuta. Terus yang bikin kesel juga, si guidenya kurang asem banget, katanya ga mau bawa rombongan untuk malam tahun baruan, tapi itu nyatanya bisa bawa bis. Kesel banget. Makanya travel ini ga recommended banget karena ga konsisten. Iklannya dan kenyataannya mengecewakan pokoknya.

Terus gw sama adik gw bingung mo malam tahun baruan dimana, jadi gw cari ide di google dan kita memutuskan untuk pergi ke Alun-Alun Denpasar dengan berjalan kaki. Jalanan di Denpasar sepiiiiiiiiiiiiiiiiiiii banget, padahal itu lagi malam tahun baruan. Tapi untungnya suasana di Alun-Alun rame banget dan cukup menghibur. Walau jujur aja gw ngarep malam tahun baruan di Pantai Kuta. Di Alun-Alun Denpasar banyak banget kuliner khas Bali, ada pameran fotografi, dan lain-lain. Terus yang bikin seneng ada penampilan band asal Bali yang suara vocalis ceweknya bagus banget dan gw suka dan sangat terhibur dengernya. Disitu juga ada Warung Tuna Rungu, yang jual komunitas Tuna Rungu, waktu itu gw beli minuman khas Bali namanya CemCem, pokoknya rasa unik dan gw ga abis. hehehehe

Image may contain: drink

Image may contain: 1 person, smiling

Image may contain: indoor

No automatic alt text available.

Image may contain: 6 people, night

Jam 00:00 kami sudah mulai mengantuk dan setelah nonton kembang api kami langsung balik ke hotel dengan menggunakan Gocar. Tapi menunggu Gocarnya aja 1 jam. OMG. Kalau dari tadi gw jalan kaki, uda sampai kali. Tapi melihat tadi pas berangkat agak serem yaudah terpaksa nunggu Gocar.

Besoknya kita check out dan langsung menuju tempat pertunjukan Barong yang namanya Putra Barong. Saat tiba disana kita disambut oleh gadis-gadis yang mengenakan busana Bali dan kita diajak untuk foto bersama, karena sepulangnya dari pertunjukan kita bisa membeli gantungan kunci yang ada foto kita bersama si gadis Bali dengan harga Rp 15.000. Karena murah makanya gw langsung beli. ^_^

Image may contain: 4 people, people smiling

Image may contain: one or more people

Dari Putra Barong kita menuju Pantai Sanur. Panaaaassssssss banget di Sanur, gw uda males foto2. Seperti biasa cm dikasih waktu 1 jam sama guidenya, jd gw pilih makan bakso. Hahaha Dari Pantai Sanur kita menuju Wisata Belanja Cening Ayu, dari Cening Ayu kita ke Wisata Belanja Joger Bali. FYI, harga barang-barang di Joger mahal banget. Kalau mau beli oleh-oleh murah gw rekomendasi Cening Ayu & Pusat Oleh-Oleh Krisna. Setelah itu kita menuju ke Pelabuhan Bali. Di tengah perjalanan kita berhenti di pantai entah apa namanya untuk makan sebelum kita ke Pelabuhan. Pantainya sepi kayak private beach karena memang bukan tujuan wisata.

Image may contain: 1 person, smiling, standing, ocean, sky, outdoor and nature

Itulah perhentian terakhir kita di Bali. Gw pulang dengan hati yang ga puas dan sedikit kecewa. Next time mau ke Bali lagi tapi mau sendiri aja ga usah ikut travel. Menyebalkan. hahhahahaha

Thanks for reading. Sampai jumpa di trip Naomi selanjutnya.

With Love,

Naomi Indah Sari.

*Yang mau liat-liat semua foto Naomi di Bali bisa liat di instagram: naomiindahsari atau di facebook: Naomi Indah Sari.

Seni & Budaya Trip ke Solo

Bandung, 5 Maret 2017.

Pukul 19:00

 

Hi readers, kali ini gw mau nulis tentang trip gw waktu sendirian ke Solo. Uda basi sih, karena gw perginya uda dari tanggal 3-7 Desember 2016. Tiba-tiba aja gw kepikiran mo ngepost tentang perjalanan gw di Solo.

Selama gw di Solo sebenernya sih kesepian banget karena bener-bener sendirian, cuma yaudah dibikin asik aja. Gw berusaha menghibur diri gw dan bikin diri gw sebahagia mungkin dengan mengunjungi tempat-tempat yang gw suka.

Hari pertama dan hari kedua di Solo gw nginep di Dagdan’s Homestay yang lokasinya ada di dalam kawasan Keraton Surakarta Solo. Alamatnya di Jl. Carangan No.42, belakang kelurahan Baluwarti RT 002/007, kalau mau menginap disana bisa menghubungi ibu Norman 0271-669324. Penginapan ini murah banget, cuma Rp 60.000/malam.Terus tempat penginapannya pun lumayan ok banget, agak ethnic dan spooky, cuma buat yang mau nginep rame-rame sih kayaknya bakalan seru-seru aja. Cuma berhubung gw sendirian, di malam kedua gw langsung ngerasa ga betah dan langsung pindah hotel. Ga usah tanya kenapa, karena tujuannya gw mo bantuin promosiin Dagdan’s Homestay ini, kasihan aja penginapannya sepi banget. Karena gw nginep sendirian ya gw dapet 1 rumah dan bayar cuma Rp 60.000/malam. hahahaha Di Dagdan’s Homestay gw disediain air 1 galon, disediain termos untuk masak air panas, terus dikasih teh 1 box + gula di toples. Kita bisa bikin teh sendiri terus cuci piring sendiri. Anggap aja kayak rumah sendiri. Kalau siang nyaman banget tinggal disini, karena di depan kamar kita disuguhin taman yang ada di dalam homestay, enak banget buat tidur siang, tapi kalau malam ehmmm ga usah dibahas yah. hahahahah

 

Image may contain: 1 person, smiling, standing and outdoor
Ini gw berfoto di depan Dagdan’s Homestay
Image may contain: 1 person, smiling, outdoor
Ini gw berfoto di dalam Dagdan’s Homestay

Hari Pertama gw sampai di Solo jam 4 sore, terus gw santai-santai, mandi bikin teh manis, terus jam 7 malam gw jalan-jalan ke Alun-Alun Selatan Keraton Surakarta. Di Alun-Alun banyak makanan pinggir jalan, makanan warung yang lumayan enak-enak dan banyak macam. Malam pertama & malam kedua gw ke Alun-Alun ini untuk makan malam. Ada bebek & ayam penyet yang enak banget disini, gw susah jelasinnya, pokoknya dia jualannya di pinggir lapangan alun-alun deh. Kalau mau tau musti ajak gw dulu, nanti gw tunjukin. hahahahhahaa Terus gw beli ceker mercon cuma Rp 5.000 enak banget, di Surabaya dan tempat lain sebenernya uda banyak sih yang jual ceker mercon, tapi jarang nemu juga sih. Di Alun-Alun juga ada bioskop 3 dimensi yang kita nontonnya di dalam tenda, cuma bayar Rp 10.000 dikasih 4 film yang masing-masing film sekitar 10-15 menit.

Image may contain: one or more people, sky and outdoor
Bioskop 3 Dimensi di Alun-Alun Selatan Keraton Surakarta Solo
Image may contain: food
Ceker Mercon. Enak banget. Wajib coba…

Keesokan paginya, tempat pertama yang gw kunjungin adalah Pura Mandiri Seta yang lokasinya masih berada di dalam kawasan Keraton Surakarta Solo (*FYI, kemanapun gw travelling, gw selalu cari pura/kuil. Suka banget kesana. ^_^). Oh iya masuk Pura ini gratis kok, cuma ada kotak sumbangan kalau mau ngasih seikhlasnya, ga ngasih juga gapapa.

Image may contain: plant, tree and outdoor
Pura Mandira Seta yang berlokasi di dalam kawasan Keraton Surakarta Solo
Image may contain: plant, tree and outdoor
Pura Mandira Seta, kawasan Keraton Surakarta Solo

Abis dari Pura Mandira Seta gw naik gojek ke THR Sri Wedari, sumpah deh gw nyesel banget ke THR Sri Wedari. Itu tempat buat anak-anak kecil, isinya ada permainan-permainan gitu, terus ga ada penjual makanan yang buka, terus uda masuknya bayar Rp 12.000, terus mau main permainan juga harus bayar lagi Rp 10.000-Rp 15.000 untuk 1 permainan, dan mainannya ga jelas. Sangat tidak menghibur dan sangat tidak recommended untuk dikunjungi.

Image may contain: 1 person, smiling, outdoor
THR Sri Wedari Solo

Abis dari THR Sri Wedari gw naik becak Rp 10.000 ke Museum Monumen Pers Nasional Surakarta. Museum ini dilengkapi dengan perpustakaan yang terdapat banyak banget buku-buku langka yang membahas sejarah pers, hingga pers masa kini. Buat yang mau cari kajian tentang pers Indonesia, perpustakaan disini recommended banget. Masuk museum ini juga gratis.

Image may contain: outdoor
Tampak luar gedung Museum Monumen Pers Nasional Surakarta
Image may contain: people standing and indoor
Patung-patung para tokoh yang mempengaruhi sejarah pers Indonesia di Museum Monumen Pers Nasional Surakarta
Image may contain: 1 person, smiling, sitting
Perpustakaan di Museum Monumen Pers Nasional Surakarta

Dari Museum Monumen Pers Nasional, gw jalan kaki ke Pura Mangkunegaran. Tiket masuk Pura Mangkunegaran Rp 15.000. Tapi cuma bisa foto-foto diluar aja, kalau mau masuk ke dalam museum yang di dalam Pura Mangkunegaran harus sama guide dan harus bayar guide. Sebenernya kesel juga kesini, ga ada apa-apa. ^_^

Image may contain: 1 person, smiling, standing and outdoor
Ini gw saat berfoto di depan Pura Mangkunegaran
Image may contain: 1 person, smiling, standing
Ini gw saat berfoto di pendopo Pura Mangkunegaran
Image may contain: 1 person, smiling, standing and outdoor
Ini di sisi lain Pura Mangkunegaran

Abis dari Pura Mangkunegaran, gw jalan kaki ke tempat jual bakso yang cukup terkenal di kota Solo, aduh gw lupa namanya bakso apa, tar deh yah kalau gw inget gw update lagi deh. hehehe

Abis makan bakso, gw jalan kaki balik ke Taman Sri Wedari. Selain ada THR Sri Wedari, di wilayah Taman Sri Wedari ada Museum Batik dan Museum Radya Pustaka. Waktu itu gw ga masuk ke Museum Batik karena tiket masuknya Rp 30.000 terus di dalem cuma ngeliatin kain batik doank, jadi gw cuma foto-foto diluarnya aja. Setelah itu gw ke museum Radya Pustaka yang lokasinya ga jauh dari Museum Batik, tapi waktu itu Museum Radya Pustakanya tutup karena lagi ada perubahan jadwal kunjungan, jadi besoknya gw balik lagi ke Museum Radya Pustaka. Oh iya, di Museum Radya Pustaka ada petugas yang melayani penelitian mengenai kitab-kitab jawa kuno, orang tersebut juga bisa membacakan horoskop jawa sesuai dengan tanggal lahir kita, namun waktu itu gw ga berani masuk ruangan, karena ga tau harus bayar berapa, takutnya mahal aja, hehehehhehe.

Image may contain: 1 person, smiling, standing and outdoor
Ini gw berfoto di depan Museum Radya Pustaka Surakarta
Image may contain: shoes
Koleksi Prasasti di Museum Radya Pustaka Surakarta
No automatic alt text available.
Macam-Macam Horoskop Jawa yang ada di Museum Radya Pustaka

Dari situ gw jalan kaki ke Pasar Antik Triwindu, tujuannya sih mau cari barang-barang unik atau boneka-boneka lucu, tapi setelah gw keliling dan setelah gw pikir-pikir males banget bawa barang-barang begituan, backpack gw uda berat banget soalnya. hahahhahha

Image may contain: 1 person, shoes
Pasar Antik Triwindu, Solo

Dari pasar Triwindu gw naik becak Rp 10.000 ke pasar Klewer. Sumpah yah Pasar Klewer sekarang ga menarik banget. Barang-barang yang dijual juga biasa aja, pokoknya ga ada yang bisa diliat deh menurut gw. Abis dari Pasar Klewer gw jalan kaki balik lagi ke Dagdan’s Homestay, nongkrong sebentar di depan Keraton Surakarta sambil makan martabak telor dan minum es dawet, abis makan gw jalan kaki balik ke penginapan, santai-santai, mandi, terus malamnya cari makan lagi di Alun-Alun Selatan Keraton Surakarta. Di malam kedua ini lagi ada pertunjukan Wayang Kulit di Alun-Alun, pertunjukan wayangnya mulai jam 10 malam, gw cuma nonton sebentar aja, karena gerbang Keraton uda ditutup dari jam 9 malam, tapi masih bisa masuk lewat pintu pejalan kaki. Sekedar advice, buat yang suka kebebasan dan mau jalan-jalan sampai malam atau subuh, gw ga saranin kalian untuk nginep di kawasan Keraton Surakarta Solo, karena gerbang Kawasan Keraton sudah mulai ditutup dari jam 20;30.

Image may contain: indoor
Pertunjukan Wayang Kulit di Alun-Alun Selatan Keraton Surakarta

Hari berikutnya gw ke Museum Keraton Surakarta Solo, gw masuk museum keratonnya ga di hari pertama karena kan gw nginepnya masih di kawasan Keraton, jadi bisa kesini kapan aja.  Btw, kalau disamperin sama guide kita wajib bayar, terus kalau ditawarin foto bareng sama pekerja-pekerja di dalam keraton juga wajib bayar yah. Bayarnya seikhlasnya aja. Gw serius, mereka yang bisik-bisik minta dibayar. hahahahahaha *ini lucu. ok fine… ^_^

Image may contain: 4 people, people sitting and indoor
Patung-patung di museum yang menjadi icon keluarga Keraton Surakarta Solo
Image may contain: 3 people, people smiling, people standing and outdoor
Ini gw saat berfoto bersama ajudan-ajudan Keraton Surakarta Solo di halaman Keraton
Image may contain: 1 person, outdoor
Berfoto bersama si mbah sang abdi dalem di depan panggung Keraton Surakarta Solo 

Setelah dari Keraton, gw balik ke Dagdan’s Homestay dan memutuskan untuk check out siang itu juga, karena kepala gw pusing ga bisa tidur selama 2 malam itu. hehehehe dari Dagdan’s Homestay gw pindah ke Hotel melati yang lokasinya deket sama Solo Square, gw lupa nama hotelnya. hahahaa Nanti kalau gw inget gw update lagi. Harga menginap per malamnya cuma Rp75.000 aja. ^_^ Hotelnya melati banget, you know what I mean… ^_^ Pengap, kamarnya ga segar, pakai kipas angin, berasa kayak di kos aja gitu. hehehe cuma lumayan di hotel ini gw bisa tidur nyenyak karena rame dan lokasi hotelnya di pinggir jalan raya.

Abis check in di hotel itu, gw istirahat sebentar terus gw jalan kaki ke Solo Square, cuma mall biasa, cuma lumayan lha kalau mau cari makan disini. Cuma bikin kaki capek aja. hehehehe

 

Terus sorenya gw balik lagi ke hotel, terus mandi, terus malamnya gw makan malam di Wedangan Pendopo. Gw naik gojek dari hotel ke Wedangan Pendopo. Tempatnya unik banget dan recommended banget buat nongkrong. Ini sejenis angkringan gitu, banyak macam-macam jenis cemilan dan minuman tradisional, di tempat ini kita juga bisa menikmati makanan sambil ditemani alunan musik jawa. Yang paling menarik adalah tempat ini dipenuhi dengan barang-barang antik.

Image may contain: indoor
Wedangan Pendopo, Solo
Image may contain: people sitting and indoor
Wedangan Pendopo, Solo

Setelah nyemil-nyemil di Wedangan Pendopo, gw lanjut jalan kaki ke daerah Taman Sri Wedari mau nonton wayang orang. Sampai disana ternyata pertunjukkannya baru dimulai 1 jam kedepan. Yaudah terus sambil nunggu gw jalan kaki ke acara Pameran Lukisan karya Jayanta Naskar sang pelukis India di Hall Gramedia, Solo.

Image may contain: one or more people, people standing and indoor
Pameran Lukisan karya Jayanta Naskar di Hall Gramedia, Solo
No automatic alt text available.
Salah satu lukisan karya Jayanta Naskar di Hall Gramedia, Solo

Setelah liat-liat lukisan, gw lanjut jalan kaki lagi balik ke Taman Sri Wedari dan langsung menuju Gedung Wayang Orang Sri Wedari, tiket nonton Wayang Orang yang VIP cuma Rp 10.000, gw sedih banget deh.Bayangkan orang sebanyak itu yang kerja tiket masuknya murah banget. Terus yang bikin sedih banget itu, uda harganya murah, yang nonton cuma 5 orang. Padahal yang main gamelan aja ada kali 20 orang, sinden 3 orang, terus aktor wayang 15 orang. Buat kalian generasi muda Indonesia, please banget deh, coba berlatih untuk suka dengan pertunjukan seni atau tradisional, jangan dugem mulu. Kasihan kan rakyat kita yang hidupnya masih mengandalkan budaya dan kesenian tradisional, kalau bukan kita yang nonton siapa lagi.

Image may contain: 6 people, people standing, people on stage and indoor
Pertunjukan Wayang Orang di Gedung Wayang Orang Sri Wedari

Pertunjukan wayang orang selesai pukul 11 malam, pas di depan Gedung Wayang Orang ada night club murahan gt deh, gw langsung panik karena ternyata serem juga daerah situ kalau uda malem, gw sampe dideketin kakek-kakek naik sepeda pake acara colek-colek segala lagi, hadehhh…. Terus makin panik pas sinyal internet gw ilang dan gw ga bisa pesan gojek. Gw diam sejenak mikir gimana caranya balik ke hotel, terus becak ga ada yang lewat, terus gw iseng nyari wifi… dan Alhamdulilah Puji Tuhan wifinya  nyala dan gw bisa langsung pesan gojek. Padahal kata polisi setempat sejak sore sinyal wifi di Taman Sri Wedari emang lagi off. *langsung bersyukur sama Tuhan. ^_^

Keesokan paginya gw sarapan fancy dan makan cantik di Warung Orange. Tempatnya menarik banget berasa lagi di Holland, konsep di dalam restonya juga ok. Buat yang murni backpackeran harga di resto ini ga sesuai budget, tapi buat yang suka makan fancy, ini recommended banget. Disini kita makan sambil ditemenin lagu Prancis, hahahha….

Image may contain: 1 person
Gw selfie di depan Warung Orange, Solo
Image may contain: indoor
Tampilan di dalam Warung Orange, Solo

Setelah sarapan di Warung Orange, gw lanjut jalan kaki menuju Warung Selat Mbak Lies untuk makan siang. Jujur gw sih masih kenyang banget, tapi gw bingung mau kemana lagi, kayaknya gw kelamaan banget stay di Solo, dari excited sampai bosan dan bingung mau ngapain lagi. hahahahha Di Warung Selat Mbak Lies tempatnya juga unik, karena mulai dari meja makan, perabotan dan pajangan-pajangannya semuanya terbuat dari keramik. Tapi kalau untuk makanan mungkin tergantung selera yah, kalau gw sih ga terlalu suka karena rasanya terlalu manis di lidah gw. Tapi kalau misal next time gw ke Solo lagi ya boleh juga sih mampir kesini lagi buat cobain makanan yang lain.

Image may contain: indoor
Warung Selat Mbak Lies, Solo

Setelah makan siang di Warung Selat Mbak Lies, gw naik gojek menuju mall Solo Paragon. Di Solo Paragon sama membosankannya seperti di Solo Square, tapi untungnya lagi ada acara Sayembara Desain Surakarta 2016, jadi lumayan lha masih ada yang bisa diliat.

Image may contain: 1 person, smiling, standing and indoor
Sayembara Desain Surakarta 2016 di Solo Paragon

Setelah dari Solo Paragon gw kembali ke hotel untuk check out, terus pergi lagi naik gojek menuju The Sunan Hotel. Akhirnya inilah malam terakhir gw di Solo dimana gw beneran menikmati kenyaman kasur hotel yang empuk, dan nyaman. Bersusah-susah dahulu, bersenang-senang kemudian. zzzzzzzzz

Sampai jumpa di perjalanan Naomi selanjutnya…

Thanks for reading….

With Love,

Naomi Indah Sari.

*yang mau liat-liat foto-foto perjalanan Naomi di Solo, bisa liat semuanya di instagram: naomiindahsari, atau di facebook: Naomi Indah Sari. ^_^

New Year’s Eve in Bali

Denpasar, Bali. December 30th 2016. 

10:20pm 
Hi readers, can’t believe I’m in Bali right now for celebrating New Year. I didn’t have plan to visit Bali last week, but suddenly I decided to visit Bali 2 days ago. I’m so excited to be here. What a lovely holidays. 

Anyway, right now I’m writing about New Year’s Eve in Bali from an article that I found.

Indonesian holidays offer is pretty wide and it absolutely can fulfill everyone’s expectations, with the large number of hotels, discos and restaurants that offer special programs that include some of the tastiest local and international meals, as well as different types of music, art performances and many other amusing contents. If you celebrate New Year’s Eve in Indonesia, you will realize that its main ingredients are spectacular fireworks and trumpets that will make your way into New Year a really unique and joyful experience.

Having in mind that the island of Bali is one of the most visited areas of Indonesia, with its large cultural and entertainment offer, you should not be surprised to read that this place is one of the leading areas chosen not only by tourists but also by local people who are looking for a spectacular countdown!

By now, we’re pretty sure that you’ve become seriously curious about where in Bali you could spend this special night, so we’ll recommend you some of the places in Indonesia well-known for their incredibly awesome holiday atmosphere!

Kuta

One of the most attractive New Year’s party destinations on the island of Bali is definitely the city of Kuta and its surrounding areas, located in the southern Bali.

Legian

This part of Kuta is the favorite place for numerous travelers, especially if they are lovers of clubbing. In this area, you’ll never be lonely. It is well-known for its open-air parties, such as those held on Double-Six beach, but it also offers some of the greatest nightclubs where from the party spreads onto streets as the time of countdown approaches.

Seminyak

For the lovers of festive atmosphere who are not really into clubbing, Seminyak is a perfect place, being the trendiest place of the island of Bali, and having on its territory a large number of bars and restaurants offering live music, fantastic food and comfortable holiday ambient in New Year’s Eve.

Denpasar

If you are looking for a more traditional way of celebrating New Year’s Eve and trying to catch the real Indonesian spirit, then you should not miss spending this special night in Puputan Badung Square of Denpasar.

 

Hello from Bali Island, new year is the best moment to spend with special person and a special place too. so here we recommend you 9 best places in Bali to celebrate the New Year Eve 2016-2017, please check this out down below.

L HOTEL SEMINYAK

Your new year’s eve at l hotel begins with an array of dazzling food that you can enjoy with your family, loved ones or close friends. Upon arrival you will be served a free glass of sparkling wine then continue to dinner, complete with a salad bar, soup station, hot selection favourites like sirloin, pork ribs, baby lobster and finally sweeten your palate with desserts like bourbon vanilla ice cream or tiramisu. The all you can eat dinner starts at 7 – 10pm, after that you can join the countdown party at luna roof bar – free entry.

ALAYA KUTA

Alaya Kuta’s Executive Chef Made Ardika is presenting “FLAVOURS”, a five-course New Year’s Eve dinner that showcases the hotel’s culinary excellence. It is a celebration of different flavours, colours and textures with just the right degree of spiciness. Gather with family, friends and loved ones in the uplifting ambience of Alaya Kuta’s Sukun restaurant as we embrace the New Year.

POTATO HEAD BEACH CLUB

Potato Head Beach Club rings in the New Year with a two-day festival featuring some of the world’s most legendary DJs. New Year’s Eve will kick off with a showcase of sunset art performances, followed by sets from one of the “forefathers of House music” DJ Francois Kevorkian (USA), Force of Nature (JPN), Toby Tobias (UK), and others on the main stage.

DOUBLE-SIX Rooftop

After a massively successful New Year’s party last year, the Double-Six Rooftop has now secured the acts for their next big party this New Year! This December 31 from 5pm to 2am of 1 January 2016, Double-Six resident DJs Lloyd, Art, and Hamid will man the deck. And when the clock hits 12pm on December 31, be sure to step outside and enjoy the panoramic beachfront views of all Seminyak’s fireworks.

ROCK BAR

Get your New Year’s festivities started early this year with a special celebration at the one-and-only Rock Bar Bali. Experience the oceanfront magic of Bali’s most famous sunset venue featuring the region’s most popular DJs playing your favourite tunes high above the crashing waves at Rock Bar. There’s no better place to infuse your New Year’s resolutions with an ‘anything is possible’ attitude. On December 30, expect quality performances, and music and dance from DJ Martin Deenev and Lydia Rose Acoustic Band. On December 31 from 4pm to 2am of 1 January 2016, the Countdown Party will feature Rock Bar’s resident DJs, DJ Martin Deenev, and DJ Shammui.

THE LEGIAN BALI

Carrying the theme“A Bygone Era,” The Legian Bali will mesmerise with the allure of Shanghai in the 1920s to get you all set to revel in the remarkable countdown to 2016 with a magnificent fireworks display. Musical entertainment by Selvy from Jakarta and Lubelle Rose from London will enhance the evening that starts at the resort’s The Lobby Lounge with a welcome cocktail before heading to The Restaurant for a scrumptious New Year feast.

MULIA BALI

Ring in the New Year with an exclusive performance by Jermaine Paul at The Mulia, Mulia Resort & Villas. The acclaimed winner of the second season of NBC’s “The Voice”, Jermaine Paul will provide a captivating performance with his soulful voice to close the year in the glamorous setting of the Grand Ballroom of Mulia Resort.

W RETREAT & SPA BALI – SEMINYAK

In true W style, expect a season of incredible party experiences in the resort’s multiple venues. The New Year’s Eve will see W Bali’s WOOBAR and WLOUNGE (6pm – 4am)  “Going Gold” with Claptone – Charmer album launch party. When it’s time to recover, W Bali has the New Year’s Day sorted. From chill stations, hot selections, exotic cuisine and obligatory comfort food, STARFISH BLOO will pick you back up. The clock has not stopped. First day party of the year? Why not! Kick off 2016 in true W Bali fashion and dive into some poolside beats from 12pm. Recovery has never felt so good.

ANANTARA SEMINYAK

Rise to rooftop glamour and go all out on the last night of the year at Anantara Seminyak’s MoonLite Kitchen and Bar. Celebrate the best of both worlds – with Balinese and global flavours, plus shows entertaining you till late. Share a feast to remember, whether your preference is for wok fried dishes, flame grilled flavours, Indian or western cuisine, another serving of Christmas classics, or splurging on desserts. Music by the resort’s acoustic band picks up the mood and DJ tunes tempt feet to the dance floor, while magician tricks and lucky draw prizes spice up the night with surprises.

 Source: 

Bali Island featuring New Year’s Eve – http://wp.me/p73Ah9-1um

Celebrating 2017 New Year Eve in Bali – http://wp.me/p73Ah9-1sU


You also can follow me on instagram: 

naomiindahsari

And you can add me as friend on facebook: 

Naomi indah sari